Kamis, 9 April, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Hindari Risiko Konflik, Haji Khusus Diminta Gunakan Penerbangan Direct Flight

JAKARTA – Pemerintah mulai mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah terhadap jalur penerbangan haji 2026. Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, mendorong jemaah haji khusus untuk beralih ke penerbangan langsung (direct flight) guna meminimalkan risiko perjalanan.

Langkah ini diambil menyusul masih adanya rute transit yang dinilai belum sepenuhnya aman atau memungkinkan di tengah situasi kawasan.

“Memang ada beberapa jemaah dari jemaah haji khusus yang sebagian melakukan penerbangan transit. Kami sudah meminta mereka memitigasi kemungkinannya dicarikan penerbangan yang bisa direct ke Saudi,” kata Gus Irfan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah.

“Karena beberapa daerah penerbangan transitnya masih belum memungkinkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Menhaj memastikan seluruh jemaah haji reguler tidak terdampak kebijakan ini karena sejak awal telah menggunakan penerbangan langsung ke Arab Saudi tanpa transit.

Dengan skema tersebut, jemaah reguler dinilai lebih aman dari potensi gangguan rute penerbangan akibat dinamika konflik kawasan.

Kebijakan mitigasi ini juga menjadi bagian dari pembahasan dalam pertemuan antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Gus Irfan diketahui bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, untuk membahas pelaksanaan haji di tengah konflik Timur Tengah.

Dalam kesempatan itu, Menhaj kembali menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan demi kelancaran ibadah haji.

“Kami dari Kementerian Haji berharap bahwa terkait dengan persiapan dan masuknya kita ke musim haji semua pihak yang bertikai di sana bisa mengurangi tensi ketegangannya sehingga memberi kesempatan kepada para jemaah haji seluruh dunia bisa menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya,” ujar Menhaj Irfan.

Pemerintah berharap situasi di Timur Tengah dapat segera kondusif menjelang musim haji, sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar dan khidmat.

“Kami berharap, pertempuran yang sudah dan sedang terjadi ini bisa segera merendah dan terutama dalam rangka menghormati persiapan keberangkatan jemaah haji, kami berharap kedua belah pihak bisa mengurangi tensi sehingga proses ritual haji dari seluruh dunia bisa berjalan dengan khidmat, sesuai harapan kita semuanya,” kata Menhaj. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Hujan Deras Picu Longsor di Kepatihan, Tim Tanggap Darurat PMI Jember Terjun ke Lokasi

JEMBER - Curah hujan tinggi yang disertai angin kencang...

Lantik Kades PAW Laban, Bupati Yani Dorong Percepatan Infrastruktur dan Konektivitas Wilayah

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik secara resmi melantik Mujiani...

Antisipasi Kemarau, Gubernur Khofifah Instruksikan Bupati/Wali Kota Jaga Produksi Pertanian

SURABAYA – Musim kemarau diperkirakan datang sebentar lagi. Menurut Badan...
Advertisementspot_img

Terbaru

Kali Kebo Sumberurip Bangkit, Ubah Kerentanan Bencana Jadi Kekuatan Wisata Berbasis Edukasi

LUMAJANG - Kawasan yang dahulu identik dengan ancaman erupsi...

Martina Ayu Pratiwi, Penerima Award PWI Jatim 2026 Terpilih sebagai Atlet Terbaik Nasional

SURABAYA - Martina Ayu Pratiwi, atlet nasional cabang olahraga...

Jatim Siaga Darurat Puncak Kemarau, Karhutla dan Kekeringan Jadi Fokus Utama

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan...

Gubernur Khofifah Luncurkan SPMB Jatim 2026: Pastikan Proses Transparan, Akuntabel dan Berkeadilan

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi...

Terkait