Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Kelola Kawasan Bromo Tengger Semeru, Lumajang Perkuat Sinergi Antar-Wilayah

LUMAJANG – Pengelolaan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dinilai tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi kuat antar-daerah agar kawasan strategis ini dapat dikelola secara terpadu, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah) saat menghadiri kegiatan penataan kawasan Bromo Tengger Semeru, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, kawasan Bromo-Tengger yang meliputi beberapa wilayah kabupaten memiliki karakteristik yang saling terhubung, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara kolaboratif, bukan parsial.

“Sinergi antar-daerah menjadi kunci. Kawasan ini tidak bisa dikelola sendiri-sendiri, tetapi harus terpadu agar hasilnya optimal,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penguatan kerja sama antar-daerah akan memercepat terwujudnya tata kelola kawasan yang lebih terarah dan berkelanjutan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata.

Dengan sinergi yang baik, berbagai program penataan, termasuk infrastruktur dan layanan dasar dapat berjalan selaras tanpa menimbulkan tumpang tindih kebijakan.

Lebih dari itu, kolaborasi antar-daerah juga diyakini mampu memerluas dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan. Tidak hanya terpusat di satu wilayah, tetapi merata di seluruh daerah penyangga.

“Kalau dikelola bersama, manfaatnya juga akan dirasakan bersama oleh masyarakat di seluruh kawasan,” tuturnya.

Bupati Indah juga menilai bahwa sinergi ini penting untuk menjaga kualitas kawasan sebagai destinasi unggulan nasional yang tetap lestari sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal.

Pemerintah Kabupaten Lumajang, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memerkuat koordinasi dengan daerah lain serta pihak terkait, agar pengelolaan kawasan Bromo Tengger Semeru semakin solid dan berkelanjutan.

Dengan kolaborasi yang kuat, kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga menjadi ruang hidup yang memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang. (*)

Advertisementspot_img

Populer

BPBD Jombang Laksanakan Inspeksi Sistem Proteksi Kebakaran di Tiga Puskesmas

JOMBANG - BPBD Kabupaten Jombang melalui Tim Inspektur Pemadam...

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Pemkot Madiun Bekali ASN Kemampuan Manajemen Bencana dan Water Rescue

MADIUN – Menyadari bahwa bencana dapat terjadi sewaktu-waktu, Pemerintah...
Advertisementspot_img

Terbaru

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Terkait