Kamis, 23 April, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Kelola Kawasan Bromo Tengger Semeru, Lumajang Perkuat Sinergi Antar-Wilayah

LUMAJANG – Pengelolaan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dinilai tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi kuat antar-daerah agar kawasan strategis ini dapat dikelola secara terpadu, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah) saat menghadiri kegiatan penataan kawasan Bromo Tengger Semeru, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, kawasan Bromo-Tengger yang meliputi beberapa wilayah kabupaten memiliki karakteristik yang saling terhubung, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara kolaboratif, bukan parsial.

“Sinergi antar-daerah menjadi kunci. Kawasan ini tidak bisa dikelola sendiri-sendiri, tetapi harus terpadu agar hasilnya optimal,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penguatan kerja sama antar-daerah akan memercepat terwujudnya tata kelola kawasan yang lebih terarah dan berkelanjutan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata.

Dengan sinergi yang baik, berbagai program penataan, termasuk infrastruktur dan layanan dasar dapat berjalan selaras tanpa menimbulkan tumpang tindih kebijakan.

Lebih dari itu, kolaborasi antar-daerah juga diyakini mampu memerluas dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan. Tidak hanya terpusat di satu wilayah, tetapi merata di seluruh daerah penyangga.

“Kalau dikelola bersama, manfaatnya juga akan dirasakan bersama oleh masyarakat di seluruh kawasan,” tuturnya.

Bupati Indah juga menilai bahwa sinergi ini penting untuk menjaga kualitas kawasan sebagai destinasi unggulan nasional yang tetap lestari sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal.

Pemerintah Kabupaten Lumajang, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memerkuat koordinasi dengan daerah lain serta pihak terkait, agar pengelolaan kawasan Bromo Tengger Semeru semakin solid dan berkelanjutan.

Dengan kolaborasi yang kuat, kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga menjadi ruang hidup yang memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Bunda Indah Sinkronkan Kebijakan, Lumajang Perkuat Kesiapan Hadapi Musim Kemarau

LUMAJANG - Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan pentingnya langkah...

Haji 2026: Saudi Siapkan 12.000 Penerbangan dan 3,1 Juta Kursi Penumpang

MAKKAH - Pemerintah Arab Saudi mengaktifkan kesiapan tertinggi di sektor...

Diduga Sebar Iklan Haji Palsu di Media Sosial, WN Mesir Ditangkap di Makkah

MAKKAH - Otoritas keamanan Arab Saudi menangkap seorang warga negara...
Advertisementspot_img

Terbaru

Komunitas Pecinta Satwa Ramaikan Rangkaian Harjakapro ke-280 di Alun-alun Kraksaan

PROBOLINGGO - Memasuki hari keenam rangkaian Hari Jadi Kabupaten...

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara...

Haji 2026: Saudi Siapkan 12.000 Penerbangan dan 3,1 Juta Kursi Penumpang

MAKKAH - Pemerintah Arab Saudi mengaktifkan kesiapan tertinggi di sektor...

Peringati Hari Kartini 2026: Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

SURABAYA - Memeringati Hari Kartini Tahun 2026, Gubernur Jawa...

Ngopi Sambil Nikmati Senja Glenmore, Sensasi Destinasi Baru di Kaki Gunung Raung Banyuwangi

BANYUWANGI - Destinasi wisata di Banyuwangi seolah tak ada...

Terkait