Minggu, 21 Juni, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Gerak Energik Anak-anak PAUD, Paksa Bunda Lisdyarita Ikut Menari Gegojegan Putu Warok

PONOROGO – Keceriaan terpancar dari peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Lapangan Kodim 0802/Ponorogo, Selasa (9/6/2026). Ratusan anak-anak bergerak energik menarikan Gegojegan Putu Warok.

Tak urung, Plt Bupati Lisdyarita yang hadir bersama jajaran Forkopimda Ponorogo ikut menari bersama peserta ajar di satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) itu.

Bunda Lis–sapaan Lisdyarita–menyebut perlunya memberikan ruang berekspresi bagi anak-anak untuk memenuhi hak-hak mereka. Mengacu Konvensi Hak Anak (KHA) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), anak sejak lahir hingga berusia 18 tahun memiliki hak kelangsungan hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi.

“Anak-anak adalah generasi penerus yang harus tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan bakat, karakter, dan kecintaannya terhadap budaya bangsa,” kata Bunda Lis.

Bunda Lis mengapresiasi upaya Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) serta Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) mengenalkan kesenian reog sedari dini.

Bunda Lis menyebut perlunya memberikan ruang berekspresi bagi anak-anak

Peserta tari masal itu menunjukkan identitasnya sebagai putu warok sekaligus bergerak lincah diiringi gamelan Reog Ponorogo. ”Pendidikan anak usia dini merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter, kreativitas, dan rasa percaya diri,” kata Bunda Lis.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Nurhadi Hanuri menambahkan, anak-anak mampu berkembang optimal baik dari aspek akademik, sosial, maupun emosional melalui pendekatan yang menyenangkan. Pihaknya mendukung IGTKI dan Himpaudi yang kerap menggelar kegiatan dengan melibatkan peserta didiknya secara masif.

“Tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga pengembangan potensi melalui seni, budaya, dan kreativitas,” kata Nurhadi sembari menyebut Lomba Prestasi Anak dan Guru PAUD juga masuk rangkaian peringatan HAN 2026 di Ponorogo.

Tari masal Gegojegan Putu Warok menjadi salah satu penampilan yang menyita perhatian. Anak-anak dengan ceria bergerak energik berbarengan sorak dukungan dari orang tuanya dan para guru. Sejak pagi, lokasi kegiatan sudah dipadati peserta yang antusias mengikuti berbagai agenda lomba dan pertunjukan seni. (tri)

Advertisementspot_img

Populer

Gandeng BNPB, BPBD Jatim Fasilitasi Asistensi Penyusunan KRB Kabupaten/Kota

SURABAYA - Selama dua hari ini, Kamis-Jumat (18-19/6/2026), BPBD...

Wabup Malang Hadiri Bersih Desa dan Sedekah Bumi Desa Glanggang

MALANG - Wakil Bupati Malang, Dra Hj Lathifah Shohib menghadiri...

Jelajahi Banyuwangi, Raline Shah Kagumi Tata Kelola Pemerintahan Bupati Ipuk

BANYUWANGI – Banyuwangi bagi Raline Shah, bukan sekadar wisata....
Advertisementspot_img

Terbaru

Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI: Raih Juara Umum, Gubernur Khofifah Apresiasi Tim Kesenian Kyai Lodra

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan...

Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana, BPBD Kota Kediri Gandeng SLB Putra Asih Gelar Edukasi dan Simulasi Mitigasi

KEDIRI - Guna melatih kesiapsiagaan dan meminimalkan risiko, korban...

Hari Ketiga Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026, Ratusan Anak Ikuti Lomba Mewarnai

BOJONEGORO - Wajah-wajah penuh semangat tampak dari para pelajar...

Sinergi Pemkot dan MES, Khitanan Massal Meriahkan Hari Jadi Kota Mojokerto

MOJOKERTO - Khitanan massal yang digelar oleh Masyarakat Ekonomi...

BPBD Kota Batu Petakan Wilayah Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

BATU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu...

Terkait