SURABAYA – Puncak Haflah Akhirussanah ke-27 Yayasan Darut Ta’lim Surabaya berlangsung khidmat dan meriah pada Minggu (14/6/2026).
Kegiatan tahunan tersebut menjadi momentum pelepasan peserta didik kelas akhir sekaligus menandai berakhirnya tahun ajaran 2025–2026 di seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan yayasan.
Mengusung tema “Menyambut Muharram: Membangun Karakter Mulia, Merawat Alam Semesta”, acara ini dihadiri oleh siswa, orang tua, guru, alumni, dan tamu undangan.
Prosesi wisuda menjadi salah satu rangkaian utama kegiatan. Para wisudawan dari jenjang RA, MI, Tsanawiyah, hingga Aliyah secara bergantian menerima pengalungan medali dan penghargaan sebagai tanda telah menyelesaikan masa pendidikan.
![]()
Mewakili internal yayasan, dalam sambutannya, Gus Muhammad Atha’illah, Lc memberi pesan kepada para wisudawan-wisudawati agar memiliki cita-cita yang tinggi.
“Imam Ibnu Malik pernah berkata dalam alfiyahnya menasehati kita. Wahai para pecinta ilmu, tinggikan cita-cita kalian semua, tapi jangan lupa dibarengkan dengan usaha yang maksimal dan harus istikamah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan, jika cita-cita telah tercapai, seorang penuntut ilmu justru harus semakin rendah hati dan tidak sombong. Seperti ilmu padi yang semakin berisi semakin merunduk.
![]()
Selain prosesi wisuda, Haflah Akhirussanah tahun ini juga menjadi momentum penting dengan peluncuran Majalah Diksi, majalah resmi Yayasan Darut Ta’lim edisi perdana.
Terbitnya majalah tersebut diharapkan menjadi wadah literasi, kreativitas, dan dokumentasi berbagai kegiatan pendidikan di lingkungan yayasan.
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH. Usman Yunus, Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Minhajul Islam Surabaya.
![]()
“Manusia ini dicipta oleh Allah sebagai satu-satunya makhluk yang sangat istimewa. Di mana kebaikan yang paling melekat dalam diri manusia adalah adanya akal dan nafsu. Sehingga akal dan nafsu itu kalau memposisikannya benar, maka orang itu akan beruntung,” jelasnya.
Kiai Usman menegaskan bahwa sangat beruntung jika seseorang bisa menjadikan akal sebagai komandan dalam kehidupannya, sementara nafsu bisa dikekang oleh akalnya.
Mengutip Syekh Atha’illah Ibnu Hikam, Kiai Usman juga mengingatkan agar manusia bisa berjalan lurus dengan kompas hatinya. “Penuhi hatimu dengan kalimat Laa ilaaha illallah. Berjalanlah kalian semua mencari apa yang ingin kau cari sampai kau berhasil,” imbuhnya.
![]()
Selain itu, salah satu rangkaian acara yang mendapat perhatian khusus dalam agenda Haflah Akhirussanah ke-27 Yayasan Darut Ta’lim ialah penganugerahan guru teladan pada setiap jenjang pendidikan.
Adapun guru teladan dalam setiap jenjang yaitu; Aida Fais, S.Pd (tingkat RA), Achmad Musyaddatul A’dhom, S.Sy (tingkat MI), Hamzah Afif Afandi, S.Psi (tingkat Tsanawiyah dan Aliyah), Surya Aditya (tingkat LPQ), dan Nur Hasanah (tingkat Madin).
Ketua Pengurus Yayasan Ning Tsuroyya Alawiyah, S.Pd turut mengucapkan selamat kepada guru teladan Yayasan Darut Ta’lim tahun 2026 tersebut.
“Prestasi ini adalah buah dari dedikasi, ketulusan, dan semangat dalam mendidik. Semoga menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga besar Darut Ta’lim untuk terus menebar ilmu, keteladanan, dan kebaikan bagi generasi masa depan,” imbuhnya.
![]()
Rangkaian Haflah Akhirussanah ke-27 Yayasan Darut Ta’lim pun ditutup dengan doa bersama. Para lulusan diharapkan dapat melanjutkan perjalanan pendidikan dengan semangat belajar yang lebih tinggi dan tetap menjaga nama baik almamater di mana pun berada. (mdd)
Baca juga: Sambut Haflah ke-27, Ratusan Siswa Darut Ta’lim Surabaya Gelar Pawai Taaruf Bertema Mancanegara