Minggu, 21 Juni, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Telah Teken MoU, Wisata Jumiang Pamekasan Dikelola Paguyuban Mataram

PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur menandatangani perjanjian kerja sama tentang pengelolaan Wisata Jumiang di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Senin (8/6/2026).

Penandatanganan kerja sama itu antara Pemkab Pamekasan, Pemerintah Desa Tanjung dan Paguyuban Mataram yang akan mengelola destinasi wisata Jumiang bagian atas.

Ketua Paguyuban Mataram, Muzakki menyampaikan, kerja sama itu dalam rangka mengembangkan destinasi wisata Jumiang bagian atas yang memiliki kekayaan alam berbeda dibandingkan dengan wisata lainnya apabila dikelola dengan baik dan profesional.

Selain itu, pihaknya juga berkeinginan kuat agar ekonomi masyarakat sekitar meningkat dampak dari meningkatnya kunjungan wisatawan. Sebab, kunjungan wisatawan otomatis memiliki dampak positif terhadap ekonomi pelaku UMKM.

“Ke depan bagaimana pantai Jumiang bagian atas ini nantinya memiliki daya tarik untuk dikunjungi wisatawan. Caranya misalnya dengan menambah fasilitas, dan lain-lain,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Pemkab-Pemdes dan Paguyuban Mataram meneken MoU pengelolaan Wisata Jumiang

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan, Akmalul Firdaus menyampaikan, tempat wisata Jumiang merupakan aset pemerintah kabupaten yang memerlukan sentuhan serius untuk pengelolaannya. Sehingga, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah desa dan Paguyuban Mataram agar terkelola dengan baik.

“Yang terpenting memberdayakan masyarakat lokal yang ada di sekitar Desa Tanjung ini. Termasuk pula dalam rangka peningkatan PAD (pendapatan asli daerah),” kata dia.

Ia memaparkan, klausul kerja sama pengelolaan wisata itu salah satunya tentang pembagian pendapatan antara pemkab, pengelola dan desa. Dengan rincian, 60 persen pemkab, 30 persen pengelola dan 10 persen pendapatan untuk Pemerintah Desa Tanjung.

“Pengelolaan ini tidak akan berjalan sempurna apabila tidak didukung oleh semua pihak,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan, Dr KH Kholilurrahman berharap, rencana pengelolaan Jumiang berdampak positif terhadap perkembangan Desa Tanjung, dan Pamekasan secara umum.

“Tidak boleh ada pembakaran di sekitar ini, karena kalau ada pembakaran kesannya gersang. Kalau untuk membersihkan, dicabut aja. Sehingga wisatawan merasa aman dan nyaman di sini,” tuturnya. (tri)

Advertisementspot_img

Populer

Hari Ketiga Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026, Ratusan Anak Ikuti Lomba Mewarnai

BOJONEGORO - Wajah-wajah penuh semangat tampak dari para pelajar...

Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana, BPBD Kota Kediri Gandeng SLB Putra Asih Gelar Edukasi dan Simulasi Mitigasi

KEDIRI - Guna melatih kesiapsiagaan dan meminimalkan risiko, korban...

Jelajahi Banyuwangi, Raline Shah Kagumi Tata Kelola Pemerintahan Bupati Ipuk

BANYUWANGI – Banyuwangi bagi Raline Shah, bukan sekadar wisata....
Advertisementspot_img

Terbaru

Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI: Raih Juara Umum, Gubernur Khofifah Apresiasi Tim Kesenian Kyai Lodra

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan...

Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana, BPBD Kota Kediri Gandeng SLB Putra Asih Gelar Edukasi dan Simulasi Mitigasi

KEDIRI - Guna melatih kesiapsiagaan dan meminimalkan risiko, korban...

Hari Ketiga Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026, Ratusan Anak Ikuti Lomba Mewarnai

BOJONEGORO - Wajah-wajah penuh semangat tampak dari para pelajar...

Sinergi Pemkot dan MES, Khitanan Massal Meriahkan Hari Jadi Kota Mojokerto

MOJOKERTO - Khitanan massal yang digelar oleh Masyarakat Ekonomi...

BPBD Kota Batu Petakan Wilayah Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

BATU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu...

Terkait