Kamis, 23 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Demi Jaga Produktivitas Padi dan Jagung, Poktan Pancer Tirto II Perkuat Pengendalian Hama Tikus

LUMAJANG – Produktivitas pertanian di Desa Tempeh Tengah, Kabupaten Lumajang, menjadi perhatian bersama setelah sekitar 40 hektare lahan padi dan jagung terdampak serangan hama tikus.

Menyikapi kondisi itu, Kelompok Tani (Poktan) Pancer Tirto II bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menggelar sosialisasi dan praktik pengendalian hama guna menekan risiko kerusakan tanaman serta menjaga hasil panen petani di hamparan lahan seluas kurang lebih 50 hektare, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di rumah Ketua Poktan Pancer Tirto II, Suri, diikuti 30 anggota kelompok tani dan didampingi langsung oleh Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Tempeh Tengah, Nanda Sinatrya.

Selain mendapatkan pembekalan mengenai strategi pengendalian hama tikus, para petani juga mempraktikkan secara langsung teknik pencegahan yang dapat diterapkan di lahan masing-masing.

Dalam sesi praktik, peserta mempelajari cara menyiapkan media pengendalian hama tikus, mulai dari pencampuran bahan hingga teknik penempatan yang tepat di area persawahan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan petani dalam melakukan pengendalian secara mandiri sehingga serangan hama dapat ditekan sejak dini.

Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Tempeh Tengah, Nanda Sinatrya, menegaskan, pengendalian hama tikus akan efektif apabila dilakukan secara serempak oleh seluruh petani dalam satu hamparan.

“Pengendalian hama tikus tidak cukup dilakukan secara individu. Dibutuhkan kerja sama seluruh petani dalam satu hamparan agar populasi tikus dapat ditekan secara efektif. Melalui kegiatan ini kami berharap petani memahami teknik pengendalian yang benar sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Poktan Pancer Tirto II, Suri, mengapresiasi antusiasme seluruh anggota kelompok tani yang mengikuti kegiatan hingga praktik selesai. Menurutnya, pengendalian hama tidak hanya membutuhkan metode yang tepat, tetapi juga kekompakan seluruh petani dalam menerapkannya di lapangan.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat langsung diterapkan di lahan masing-masing. Dengan kebersamaan dan kekompakan seluruh anggota, kami optimistis serangan hama tikus dapat diminimalkan sehingga hasil panen padi dan jagung petani tetap terjaga,” ungkapnya.

Melalui sosialisasi dan praktik lapangan tersebut, Poktan Pancer Tirto II bersama PPL terus memperkuat langkah pengendalian hama sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian.

Sinergi ini diharapkan mampu melindungi hasil panen, meningkatkan ketahanan pangan, sekaligus mendukung kesejahteraan petani di Desa Tempeh Tengah. (tri)

Advertisementspot_img

Populer

Sekda Kabupaten Malang Hadiri Bersih Desa Kemulan Kecamatan Turen

MALANG - Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr Ir Budiar,...

FGD Mitigasi Bencana, Bupati Bojonegoro Tekankan Pemetaan Risiko dan Infrastruktur Berbasis Teknologi

BOJONEGORO - Langkah strategis mitigasi bencana hingga kesiapan SDM...

Syi’iran Bluk Gebluk, Tetap Lestari Dijaga Warga Rembang-Kabupaten Pasuruan

PASURUAN - Syi’iran Bluk Gebluk, seni dan tradisi dakwah Islam khas...
Advertisementspot_img

Terbaru

Apen Rainbow Parsanga, Pertahankan Citarasa Jajanan Tradisional Khas Sumenep

SUMENEP - Apen merupakan salah satu jajanan tradisional khas...

Encek-encek Peringati Hari Jadi Ke-94, Sekda Budiar Harapkan Desa Pujiharjo Jadi Desa Wisata

MALANG - Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr Ir Budiar, MSi...

Ditandai Pelepasan Ratusan Tukik, Gelar Peralatan Jatim 2026 di Pacitan Resmi Dibuka

PACITAN - Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Provinsi Jawa Timur...

Bukan Kanvas Biasa, Pelajar Madiun Lukis Ikon Kota Madiun di Media Anyaman

MADIUN - Kreativitas pelajar mewarnai Balai Kota Madiun melalui...

Magnet Kicau Mania, Lomba Burung Berkicau Bupati Madiun Cup Sedot Peserta hingga Luar Kota

MADIUN - Lomba kicau burung atau gantangan di kawasan...

Terkait