Jumat, 21 Agustus, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Karhutla TNBTS Terkendali, Kewaspadaan di Ranupani Tetap Dijaga

LUMAJANG – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) wilayah Kabupaten Lumajang hingga Selasa (18/8/2026) terpantau terkendali. Hasil pemantauan di lapangan tidak menemukan titik api maupun kepulan asap.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan kondisi itu diketahui dari pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh tim di lapangan.

“Berdasarkan hasil pemantauan, tidak ditemukan titik api maupun kepulan asap di kawasan TNBTS wilayah Lumajang,” kata Isnugroho.

Meski kondisi terpantau terkendali, BPBD Lumajang tetap memperketat pemantauan, khususnya di kawasan Ranupani. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api, mengingat kondisi vegetasi masih kering selama musim kemarau.

“Api boleh padam, tetapi kewaspadaan tidak boleh ikut padam,” ujarnya.

Pemantauan dilakukan dengan menyiagakan personel di wilayah Ranupani. Selain mengamati perkembangan kondisi kawasan, personel juga bertugas menghimpun informasi apabila ditemukan indikasi munculnya titik api baru.

BPBD Lumajang juga mendukung proses pembasahan sejumlah area menggunakan helikopter sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla. Dalam pelaksanaannya, personel BPBD turut membantu memastikan area operasi udara tetap aman dan tidak terganggu aktivitas masyarakat.

“Selain mendukung operasional helikopter, personel BPBD membantu memastikan area operasi udara tetap aman dan tidak terganggu oleh aktivitas masyarakat yang datang untuk melihat proses pembasahan,” katanya.

Menurut Isnugroho, kewaspadaan tetap diperlukan karena kondisi kering pada musim kemarau dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran pada vegetasi di kawasan TNBTS.

Karena itu, pemantauan dan upaya pencegahan terus dilakukan bersama tim gabungan. Setiap informasi mengenai potensi kebakaran diharapkan dapat segera diketahui sehingga langkah penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

“Setiap potensi kebakaran diupayakan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin,” kata dia.

Pemantauan berkelanjutan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kawasan konservasi TNBTS, sekaligus mengingatkan masyarakat agar turut berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau. (tri)

Advertisementspot_img

Populer

Saat Alam Mengajak Berhenti, Nikmati Sejenak di Ranu Regulo

LUMAJANG  - Tidak semua perjalanan harus diisi dengan banyak...

81 Cahaya Harapan dari Kota Madiun untuk Saudara di NTT

MADIUN – Malam Kenegaraan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81...

Gempa M7,7 Guncang NTT: Gubernur Khofifah Pastikan Jawa Timur Hadir dengan Dukungan Kemanusiaan

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan...
Advertisementspot_img

Terbaru

Kolaborasi Bareng BRIN dan CIS Jepang, BPBD Fasilitasi Cek Kesehatan Para Relawan Bencana di Jatim

SURABAYA - Keberadaan relawan selama ini kerap menjadi garda...

Sate Kenul Lele Khas Nganjuk Antar DWP Nganjuk Masuk 5 Besar Jatim

SURABAYA - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Nganjuk kembali...

Evaluasi PKG, Wabup Gresik Dorong Hasil Pemeriksaan Jadi Basis Program Kesehatan

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong percepatan pelaksanaan Pemeriksaan...

Aktivasi IKD Kota Madiun Capai 37,30 Persen, Layanan Adminduk Terus Diperluas

MADIUN – Identitas Kependudukan Digital (IKD) semakin banyak digunakan...

Nyentrik! Pemdes Banjaranyar Rayakan HUT RI ke-81 dengan Gaya Tempo Dulu

NGANJUK - Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Terkait