Kamis, 23 April, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Jatim Puspa Plus Dorong Desa Mandiri, Perempuan Jadi Ujung Tombak

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong pemberdayaan desa, salah satunya melalui peran perempuan. Upaya ini diwujudkan lewat Bimbingan Teknis Program Jatim Puspa Plus yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jatim di Kota Batu, 13–18 April 2026.

Program ini menargetkan pengentasan kemiskinan perdesaan yang masih 12,55 persen, atau lebih tinggi dibanding kemiskinan perkotaan sebesar 6,93 persen.

Sebanyak 119 peserta dari aparatur desa, pendamping lapangan, dan perwakilan kecamatan mengikuti bimtek di setiap angkatan. Mereka dibekali strategi pendampingan agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar memberdayakan. Program ini menjangkau 2.328 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 50 desa pada 22 kabupaten

Kepala Bidang PUED DPMD Jatim, Drs Damin, MSi, menjelaskan tujuan program. “Program ini dirancang untuk mengoptimalkan penanggulangan kemiskinan perdesaan melalui kegiatan pemberdayaan bagi KPM dengan memberikan fasilitasi bantuan dan pemberdayaan, serta ketahanan pangan dan ekonomi berjejaring,” ujarnya.

Setiap KPM menerima stimulan modal usaha berbentuk barang produktif senilai Rp3 juta. Bantuan dapat digunakan untuk budidaya pertanian, ternak, ikan, agribisnis, perdagangan, jasa, atau industri rumah tangga. Semua berdasarkan hasil identifikasi potensi dan kebutuhan usaha KPM.

Sasaran utama adalah perempuan graduasi Program Keluarga Harapan atau dari data Desil 1-2 DTSEN. Usia maksimal 60 tahun dan belum pernah menerima program serupa. Prioritas diberikan pada daerah kantong kemiskinan.

Empat fokus kegiatan dijalankan dalam program ini. “Program ini difokuskan pada empat kegiatan: mendorong motivasi berusaha, meningkatkan kapasitas usaha, membantu peningkatan pendapatan, serta mengupayakan konektivitas usaha untuk membangun ekonomi berjejaring,” kata Damin. Pendamping desa mendapat honorarium Rp150 ribu per KPM.

Kepala Dinas PMD Provinsi Jatim, Ir Budi Sarwoto, MM, menekankan pentingnya kemandirian desa. “Penting bagi desa untuk menjadi mandiri dan berdikari, mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam membangun desa, dan mengembangkan inovasi serta teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata dia.

Jawa Timur telah mencatat kemajuan signifikan dengan angka kemiskinan turun menjadi 9,30 persen per September 2025. Jumlah desa mandiri tertinggi nasional mencapai 4.716 desa. Program Jatim Puspa Plus diharapkan memerkuat capaian tersebut.

Pengawasan melibatkan inspektorat dan partisipasi publik melalui berbagai kanal. Masyarakat dapat menyampaikan saran dan pengaduan di website dan media sosial DPMD Jatim. Program ini diharapkan menciptakan ekonomi desa yang berjejaring dan berkelanjutan. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Korvei di Taman Hijau SLG, Komitmen Pemkab Kediri Jaga Kebersihan Ruang Publik

KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen menjaga kebersihan ruang...

Kementerian Kehutanan Supervisi Tapal Batas Hutan untuk TPA Sampah di Ponorogo 

PONOROGO - Muncul kepastian Ponorogo segera memiliki tempat pemrosesan...

Gubernur Khofifah Serahkan Penghargaan bagi Atlet dan Pelatih ASEAN Para Games XIII/2025 Thailand

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan...
Advertisementspot_img

Terbaru

Komunitas Pecinta Satwa Ramaikan Rangkaian Harjakapro ke-280 di Alun-alun Kraksaan

PROBOLINGGO - Memasuki hari keenam rangkaian Hari Jadi Kabupaten...

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara...

Haji 2026: Saudi Siapkan 12.000 Penerbangan dan 3,1 Juta Kursi Penumpang

MAKKAH - Pemerintah Arab Saudi mengaktifkan kesiapan tertinggi di sektor...

Peringati Hari Kartini 2026: Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

SURABAYA - Memeringati Hari Kartini Tahun 2026, Gubernur Jawa...

Ngopi Sambil Nikmati Senja Glenmore, Sensasi Destinasi Baru di Kaki Gunung Raung Banyuwangi

BANYUWANGI - Destinasi wisata di Banyuwangi seolah tak ada...

Terkait