PROBOLINGGO – Memasuki hari keenam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280, suasana Alun-alun Kraksaan pada Rabu (22/4/2026) malam tampil berbeda dan semakin semarak. Jika sebelumnya didominasi pameran UMKM dan pertunjukan seni, kali ini giliran komunitas pecinta satwa yang menjadi daya tarik utama.
Kehadiran komunitas animal lovers sukses menyedot perhatian ribuan pengunjung, terutama anak-anak dan keluarga. Berbagai jenis hewan unik dipamerkan, memberikan pengalaman edukatif sekaligus hiburan bagi masyarakat yang datang.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah python tiger berukuran besar. Ular ini menjadi primadona karena ukurannya yang mencolok serta coraknya yang eksotis. Pemiliknya menjelaskan bahwa pola makan ular tersebut dijaga ketat, yakni sekali dalam seminggu dengan porsi tertentu agar pertumbuhannya tetap terkendali.
Tidak jauh dari lokasi tersebut, seekor biawak berusia tiga tahun juga menjadi favorit pengunjung. Hewan ini tampil unik karena mengenakan kaos layaknya hewan peliharaan rumahan, sehingga tampak lebih jinak dan menggemaskan.
Di sudut lain, pengunjung, khususnya anak-anak, tampak antusias berinteraksi dengan kura-kura raksasa yang jinak. Kesempatan untuk menyentuh dan bermain langsung dengan hewan tersebut menjadi pengalaman langka yang tidak mudah ditemui sehari-hari.

Tak kalah menarik, kehadiran berang-berang berusia tiga tahun juga mencuri perhatian. Tingkahnya yang aktif dan manja membuat banyak pengunjung terpikat dan tak segan mengabadikan momen tersebut.
Kegiatan ini sejalan dengan tema Harjakapro tahun ini, yakni “Transformasi Berkelanjutan Menuju Probolinggo SAE”, yang memberikan ruang bagi berbagai komunitas, termasuk pecinta satwa untuk berpartisipasi dalam ruang publik.
Suasana malam semakin hidup dengan alunan musik dari panggung hiburan. Live music yang menghadirkan lagu-lagu populer membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana di jantung Kota Kraksaan.
Antusiasme warga terlihat dari berbagai komentar positif. Aris (34), warga Kecamatan Kraksaan mengaku kegiatan kali ini lebih variatif dan edukatif bagi anak-anak.
“Biasanya hanya konser atau pasar malam. Sekarang anak-anak bisa melihat langsung hewan seperti ular dan kura-kura. Ini bagus untuk edukasi agar mereka tidak takut, tapi tetap waspada,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Samsul, warga Kecamatan Krejengan yang menilai kegiatan ini memberikan pengalaman berbeda bagi keluarga. Menurutnya, konsep acara yang memadukan hiburan dan edukasi sangat menarik dan patut dipertahankan.
Sementara Santi, pengunjung asal Kecamatan Paiton mengaku terhibur dengan kehadiran hewan-hewan unik tersebut. Ia menyebut biawak yang mengenakan kaos dan berang-berang yang manja menjadi favoritnya.
“Seru sekali, apalagi ada musik juga. Jadi betah lama-lama di alun-alun. Semoga ke depan semakin kreatif,” katanya.
Rangkaian Harjakapro ke-280 masih akan terus berlanjut hingga 26 April 2026. Berbagai agenda menarik lainnya telah disiapkan, termasuk “Gema Ekspresi Budaya” yang akan menampilkan beragam komunitas seni dan budaya.
Dengan konsep yang menggabungkan edukasi, hiburan dan partisipasi komunitas, Harjakapro tahun ini berhasil menjadi ruang interaksi yang menyenangkan sekaligus memperkaya pengalaman masyarakat Kabupaten Probolinggo. (*)
