Minggu, 21 Juni, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Kalaksa BPBD Jatim Tetapkan Dua Desa di Kabupaten Pasuruan Sebagai Desa Tangguh Bencana, Kini Total 33 Destana

PASURUAN – Sebanyak 33 desa di Kabupaten Pasuruan kini telah ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana).

Yang terbaru adalah Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur dan Desa Gerbo, Kecamatan Purwodadi. Kedua desa ini ditetapkan sebagai Destana di Kabupaten Pasuruan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melalui Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto yang hadir dalam acara Pembinaan Desa/Kelurahan Tanggap Bencana di Pendopo Desa Gerbo, Kamis (4/6/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan keberadaan Destana tak lain untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.

“Supaya warga mengetahui ancaman bencana yang bisa terjadi kapan saja. Dan yang kedua supaya seluruh warga di Desa Tangguh Bencana sigap dan siap menghadapi ancaman tersebut,” kata Sugeng, Jumat (5/6/2026).

Dengan bertambahnya jumlah desa tangguh bencana, Sugeng berharap ada greget dari desa-desa lain. Khususnya dalam komitmennya menciptakan lingkungan yang siap menghadapi bencana apapun. Baik dalam hal SDM maupun sarana prasarana yang dimiliki.

Sebab di Kabupaten Pasuruan, total ada 75 desa/kelurahan yang di wilayah Rawan Bencana, dan agar masyarakatnya tangguh dan mandiri dalam menghadapi setiap jenis bencana, hadirnya Destana menjadi kekuatan tersendiri.

“Dari 14 jenis kebencanaan, Kabupaten Pasuruan ini berada di 12 jenis ancaman bencana yang terjadi minus tsunami dan luquivasi. Maka bagaimana menciptakan ketangguhan desa ketika terjadi bencana sampai desa tersebut mampu cepat bangkit, itulah Destana,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Purwodadi, Sugiarto menjelaskan ada dua desa yang kini telah ditetapkan sebagai Destana, yakni Desa Gerbo dan Desa Cowek. Dua desa tersebut diketahui berada di wilayah rawan bencana tanah longsor maupun tanah gerak.

“Apalagi di Cowek, beberapa waktu lalu ada peristiwa tanah gerak. Dan langsung menjadi atensi Pemda dan Pemprov Jatim untuk dilakukan penanganan,” kata dia.

Usai ditetapkan, pihak kecamatan sampai ke tingkat desa dan dusun saling berkoordinasi. Utamanya dengan melakukan penguatan di semua lini.

“Semuanya dikuatkan mulai dari ormas, pemdes dan stake-holder lainnya. Tidak hanya tanggung jawab pemerintah tapi semua pemangku kepentingan dan dunia usaha harus jadi satu bergotong royong mendukung Destana,” kata dia. (tri)

Advertisementspot_img

Populer

Sinergi Pemkot dan MES, Khitanan Massal Meriahkan Hari Jadi Kota Mojokerto

MOJOKERTO - Khitanan massal yang digelar oleh Masyarakat Ekonomi...

Jelajahi Banyuwangi, Raline Shah Kagumi Tata Kelola Pemerintahan Bupati Ipuk

BANYUWANGI – Banyuwangi bagi Raline Shah, bukan sekadar wisata....

BPBD Kota Batu Petakan Wilayah Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

BATU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu...
Advertisementspot_img

Terbaru

Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI: Raih Juara Umum, Gubernur Khofifah Apresiasi Tim Kesenian Kyai Lodra

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan...

Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana, BPBD Kota Kediri Gandeng SLB Putra Asih Gelar Edukasi dan Simulasi Mitigasi

KEDIRI - Guna melatih kesiapsiagaan dan meminimalkan risiko, korban...

Hari Ketiga Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026, Ratusan Anak Ikuti Lomba Mewarnai

BOJONEGORO - Wajah-wajah penuh semangat tampak dari para pelajar...

Sinergi Pemkot dan MES, Khitanan Massal Meriahkan Hari Jadi Kota Mojokerto

MOJOKERTO - Khitanan massal yang digelar oleh Masyarakat Ekonomi...

BPBD Kota Batu Petakan Wilayah Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

BATU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu...

Terkait