Kamis, 28 Mei, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Hadapi Perubahan Iklim dan Bencana melalui Arisan Ilmu Nol Rupiah

SIDOARJO – Jawa Timur terus berkomitmen memperkuat kapasitas para relawannya melalui aksi kolaborasi. Kali ini, kolaborasi dilakukan BPBD Jatim dengan Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim melalui kegiatan Arisan Ilmu Nol Rupiah ke-65.

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai organisasi relawan mitra SRPB Jatim digelar di Aula Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim, Minggu (28/2/2026), dengan mengusung tema “Bersiap Siagalah dalam Segala Hal.”

Hadir dalam kegiatan ini, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Ketua Tim Pencegahan Bidang PK BPBD Jatim Dadang Iqwandy, Koordinator SRPB Jatim Subekti Rahmad Kimiawan dan sejumlah narasumber.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto dalam sambutannya mengingatkan, pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan siklus dan dinamika iklim yang semakin tidak menentu.

“Kita harus waspada terhadap perubahan siklus dan iklim. Kapasitas relawan harus terus dimatangkan. Jangan pernah berhenti belajar,” pesannya.

Relawan mengikuti Arisan Ilmu Nol Rupiah ke-65 yang diadakan BPBD Jatim dan SRPB Jatim

Ia juga mengapresiasi konsistensi SRPB Jatim dalam menyelenggarakan Arisan Ilmu yang telah berjalan bertahun-tahun. Menurutnya, forum ini menjadi bukti bahwa proses belajar di kalangan relawan tidak pernah berhenti.

“Alhamdulillah, melalui Arisan Ilmu, budaya belajar terus tumbuh. Menghadapi kondisi saat ini, kita tidak bisa sendiri. Harus bersama, saling berkolaborasi dan saling menguatkan,” tandasnya.

Dadang Iqwandy juga menegaskan, relawan adalah garda terdepan saat bencana terjadi. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kompetensi kesiapsiagaan harus dilakukan secara konsisten.

Dalam kesempatan ini, para peserta juga diberikan materi tentang cara bertahan hidup di saat krisis atau managemen survival.

Wawan Kimiawan yang juga selaku penasehat Survival Skills Indonesia hadir sebagai narasumber utama bersama dan Daffa Nouval (Chapter Jatim).

Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan kontekstual dengan kondisi kebencanaan di Jawa Timur. Beberapa pokok bahasan yang dikupas, di antaranya, tentang manajemen bertahan hidup (survival management) dalam kondisi darurat, termasuk teknik membaca situasi dan menentukan prioritas keselamatan.

Kesiapsiagaan individu dan tim, meliputi standar perlengkapan dasar relawan (personal survival kit) dan manajemen logistik sederhana di lapangan.

Mitigasi risiko berbasis lingkungan, terutama dalam menghadapi perubahan siklus cuaca dan potensi bencana hidrometeorologi.

Penguatan mental dan kepemimpinan relawan, agar tetap tenang, adaptif, dan mampu mengambil keputusan cepat saat krisis.

Wawan Kimiawan juga menekankan, bahwa survival bukan sekadar kemampuan bertahan hidup di alam bebas, melainkan kemampuan mengelola risiko dalam situasi apa pun.

“Kesiapsiagaan harus menjadi budaya, bukan hanya respons saat bencana terjadi,” tegasnya. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Lamongan Menjadi Daerah dengan Ketersediaan Sapi Terbesar di Jatim

LAMONGAN - Kabupaten Lamongan disebut sebagai daerah dengan ketersediaan...

Sebagian Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat, BNPB Ingatkan Kewaspadaan Ancaman Banjir

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat...

Modus Liburan ke Malaysia, Imigrasi Gagalkan 13 WNI Haji Ilegal via Kualanamu

JAKARTA - Upaya keberangkatan haji melalui jalur nonresmi kembali...
Advertisementspot_img

Terbaru

Sekdaprov Jatim Tegaskan Perda PB Jadi Payung Besar Kolaborasi dan Mitigasi Risiko Bencana di Jatim

SURABAYA - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026...

Bupati Bojonegoro Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momen Idul Adha 1447 H

Bojonegoro – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah...

Lamongan Menjadi Daerah dengan Ketersediaan Sapi Terbesar di Jatim

LAMONGAN - Kabupaten Lamongan disebut sebagai daerah dengan ketersediaan...

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah di Terminal Wisata Pasrepan

PASURUAN - Terminal Wisata Pasrepan Kabupaten Pasuruan dipilih menjadi...

Pelestarian Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Apresiasi Kabupaten Sumenep

SUMENEP - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan...

Terkait