NGANJUK – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Nganjuk pada Minggu (15/3/2026) sore menyebabkan sejumlah pohon tumbang di berbagai titik. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB iuu sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan akses lalu lintas di beberapa ruas jalan.
Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Nganjuk, sedikitnya terdapat 10 titik kejadian pohon tumbang yang tersebar di wilayah Kecamatan Sukomoro dan Kecamatan Nganjuk. Beberapa lokasi yang terdampak di antaranya berada di Jalan Panglima Sudirman, wilayah Desa Pehserut, Kelurahan Werungotok, hingga Desa Buluputren.
Menanggapi kejadian itu, tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. Petugas dari BPBD Kabupaten Nganjuk bersama Agisena BPBD Jawa Timur, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk, unsur TNI dan Polri, perangkat desa, serta masyarakat setempat bahu-membahu melakukan asesmen serta evakuasi material pohon yang menutup akses jalan.
Proses penanganan dilakukan secara bertahap di setiap titik kejadian dengan memanfaatkan peralatan pemotong dan evakuasi yang tersedia. Langkah cepat tersebut dilakukan untuk memastikan akses lalu lintas masyarakat dapat segera kembali normal dan aktivitas warga tidak terganggu lebih lama.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, menyampaikan, tim gabungan langsung diterjunkan begitu laporan kejadian diterima oleh Pusdalops BPBD. Menurutnya, koordinasi cepat antarinstansi menjadi kunci dalam memercepat proses penanganan di lapangan.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat dan petugas di lapangan, tim langsung bergerak melakukan penanganan di beberapa titik secara bersamaan. Alhamdulillah berkat kerja sama berbagai unsur, material pohon tumbang dapat segera dievakuasi sehingga akses jalan bisa kembali dilalui masyarakat,” ujar Sutomo.
Pihaknya juga terus memantau perkembangan kondisi cuaca serta potensi kejadian serupa di wilayah Kabupaten Nganjuk. Sutomo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan lebat yang disertai angin kencang.
“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Kami mengimbau masyarakat agar menghindari berteduh di bawah pohon besar atau bangunan yang rawan roboh saat terjadi hujan deras disertai angin kencang,” tambahnya.
BPBD Kabupaten Nganjuk juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan kejadian kebencanaan di lingkungan sekitar. Laporan dapat disampaikan melalui Pusdalops BPBD Kabupaten Nganjuk agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. (*)
