Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Hindari Risiko Konflik, Haji Khusus Diminta Gunakan Penerbangan Direct Flight

JAKARTA – Pemerintah mulai mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah terhadap jalur penerbangan haji 2026. Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, mendorong jemaah haji khusus untuk beralih ke penerbangan langsung (direct flight) guna meminimalkan risiko perjalanan.

Langkah ini diambil menyusul masih adanya rute transit yang dinilai belum sepenuhnya aman atau memungkinkan di tengah situasi kawasan.

“Memang ada beberapa jemaah dari jemaah haji khusus yang sebagian melakukan penerbangan transit. Kami sudah meminta mereka memitigasi kemungkinannya dicarikan penerbangan yang bisa direct ke Saudi,” kata Gus Irfan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah.

“Karena beberapa daerah penerbangan transitnya masih belum memungkinkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Menhaj memastikan seluruh jemaah haji reguler tidak terdampak kebijakan ini karena sejak awal telah menggunakan penerbangan langsung ke Arab Saudi tanpa transit.

Dengan skema tersebut, jemaah reguler dinilai lebih aman dari potensi gangguan rute penerbangan akibat dinamika konflik kawasan.

Kebijakan mitigasi ini juga menjadi bagian dari pembahasan dalam pertemuan antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Gus Irfan diketahui bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, untuk membahas pelaksanaan haji di tengah konflik Timur Tengah.

Dalam kesempatan itu, Menhaj kembali menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan demi kelancaran ibadah haji.

“Kami dari Kementerian Haji berharap bahwa terkait dengan persiapan dan masuknya kita ke musim haji semua pihak yang bertikai di sana bisa mengurangi tensi ketegangannya sehingga memberi kesempatan kepada para jemaah haji seluruh dunia bisa menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya,” ujar Menhaj Irfan.

Pemerintah berharap situasi di Timur Tengah dapat segera kondusif menjelang musim haji, sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar dan khidmat.

“Kami berharap, pertempuran yang sudah dan sedang terjadi ini bisa segera merendah dan terutama dalam rangka menghormati persiapan keberangkatan jemaah haji, kami berharap kedua belah pihak bisa mengurangi tensi sehingga proses ritual haji dari seluruh dunia bisa berjalan dengan khidmat, sesuai harapan kita semuanya,” kata Menhaj. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Terkait Suara Dentuman di Sejumlah Wilayah, Pemkab Gresik Berkoordinasi

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik bergerak cepat menindaklanjuti laporan...

Sinergi Tim Gabungan Cegah Api Meluas, Kebakaran Hutan di Pasirian Berhasil Dikendalikan

LUMAJANG - Gerak cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran...

Hadapi El Nino Godzila, BPBD Kota Kediri dan BMKG Dhoho Perkuat Mitigasi Dampak Kekeringan

KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana...
Advertisementspot_img

Terbaru

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Cetak Mahasiswa Tangguh Bencana, BPBD Jombang Gelar Sosialisasi dan Simulasi Sigana di Itebis PGRI Dewantara

JOMBANG - Dalam upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan di lingkungan...

Hadapi El Nino Godzila, BPBD Kota Kediri dan BMKG Dhoho Perkuat Mitigasi Dampak Kekeringan

KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana...

Sinergi Tim Gabungan Cegah Api Meluas, Kebakaran Hutan di Pasirian Berhasil Dikendalikan

LUMAJANG - Gerak cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran...

Terkait