Kamis, 28 Mei, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Hindari Risiko Konflik, Haji Khusus Diminta Gunakan Penerbangan Direct Flight

JAKARTA – Pemerintah mulai mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah terhadap jalur penerbangan haji 2026. Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, mendorong jemaah haji khusus untuk beralih ke penerbangan langsung (direct flight) guna meminimalkan risiko perjalanan.

Langkah ini diambil menyusul masih adanya rute transit yang dinilai belum sepenuhnya aman atau memungkinkan di tengah situasi kawasan.

“Memang ada beberapa jemaah dari jemaah haji khusus yang sebagian melakukan penerbangan transit. Kami sudah meminta mereka memitigasi kemungkinannya dicarikan penerbangan yang bisa direct ke Saudi,” kata Gus Irfan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah.

“Karena beberapa daerah penerbangan transitnya masih belum memungkinkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Menhaj memastikan seluruh jemaah haji reguler tidak terdampak kebijakan ini karena sejak awal telah menggunakan penerbangan langsung ke Arab Saudi tanpa transit.

Dengan skema tersebut, jemaah reguler dinilai lebih aman dari potensi gangguan rute penerbangan akibat dinamika konflik kawasan.

Kebijakan mitigasi ini juga menjadi bagian dari pembahasan dalam pertemuan antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Gus Irfan diketahui bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, untuk membahas pelaksanaan haji di tengah konflik Timur Tengah.

Dalam kesempatan itu, Menhaj kembali menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan demi kelancaran ibadah haji.

“Kami dari Kementerian Haji berharap bahwa terkait dengan persiapan dan masuknya kita ke musim haji semua pihak yang bertikai di sana bisa mengurangi tensi ketegangannya sehingga memberi kesempatan kepada para jemaah haji seluruh dunia bisa menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya,” ujar Menhaj Irfan.

Pemerintah berharap situasi di Timur Tengah dapat segera kondusif menjelang musim haji, sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar dan khidmat.

“Kami berharap, pertempuran yang sudah dan sedang terjadi ini bisa segera merendah dan terutama dalam rangka menghormati persiapan keberangkatan jemaah haji, kami berharap kedua belah pihak bisa mengurangi tensi sehingga proses ritual haji dari seluruh dunia bisa berjalan dengan khidmat, sesuai harapan kita semuanya,” kata Menhaj. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Pelestarian Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Apresiasi Kabupaten Sumenep

SUMENEP - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan...

Demi Cetak Generasi Indonesia Hebat, Pemkot Mojokerto Kampanyekan Ibu Hamil Sehat

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto menggencarkan kampanye hidup sehat...

Modus Liburan ke Malaysia, Imigrasi Gagalkan 13 WNI Haji Ilegal via Kualanamu

JAKARTA - Upaya keberangkatan haji melalui jalur nonresmi kembali...
Advertisementspot_img

Terbaru

Sekdaprov Jatim Tegaskan Perda PB Jadi Payung Besar Kolaborasi dan Mitigasi Risiko Bencana di Jatim

SURABAYA - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026...

Bupati Bojonegoro Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momen Idul Adha 1447 H

Bojonegoro – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah...

Lamongan Menjadi Daerah dengan Ketersediaan Sapi Terbesar di Jatim

LAMONGAN - Kabupaten Lamongan disebut sebagai daerah dengan ketersediaan...

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah di Terminal Wisata Pasrepan

PASURUAN - Terminal Wisata Pasrepan Kabupaten Pasuruan dipilih menjadi...

Pelestarian Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Apresiasi Kabupaten Sumenep

SUMENEP - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan...

Terkait