Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Sumur Bor Keluarkan Aroma Mirip Belerang, Polsek Prenduan Pasang Garis Pengaman

SUMENEP – Warga Dusun Somangkaan, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep digegerkan dengan munculnya aroma gas menyerupai belerang dari sebuah sumur bor milik warga, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Aparat kepolisian bersama unsur TNI dan pemerintah setempat langsung turun tangan mengamankan lokasi guna mencegah potensi bahaya.

Peristiwa tersebut terjadi di lahan tegal milik Z (40), seorang petani setempat. Saat itu, proses pengeboran sumur dilakukan oleh pekerja berinisial S menggunakan alat bor gantung dengan kedalaman mencapai sekitar 20 meter. Ketika dilakukan pelebaran casing, tiba-tiba tercium bau menyengat menyerupai gas belerang dari dalam lubang bor.

Mengetahui adanya bau gas tersebut, pekerja sempat melakukan uji coba dengan menyalakan korek api di atas lubang paralon. Secara mengejutkan, api sempat muncul dari dalam lubang, yang mengindikasikan adanya kandungan gas mudah terbakar.

Menyadari potensi bahaya, pekerja segera menutup lubang menggunakan kain basah hingga api berhasil dipadamkan.

Kapolsek Prenduan Iptu Mohammad Sudiono bersama anggota dan didampingi Danramil Pragaan Kapten Inf. Suwaefi langsung mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 16.00 WIB.

Petugas kemudian memasang garis polisi (police line) serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mendekati area sumur bor demi keselamatan.

Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, SIK dalam keterangannya menegaskan, pihaknya telah mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi potensi bahaya dari kejadian tersebut.

“Kami telah mengamankan lokasi dan menghentikan sementara aktivitas pengeboran. Masyarakat kami imbau untuk tidak mendekat ke area tersebut guna menghindari risiko yang tidak diinginkan. Saat ini kami juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sumenep untuk penanganan lebih lanjut,” ujar AKBP Anang Hardiyanto.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama, mengingat adanya potensi gas mudah terbakar yang dapat memicu kebakaran maupun ledakan apabila tidak ditangani secara tepat.

Hingga saat ini, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Aparat gabungan masih melakukan pemantauan serta koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan berjalan optimal. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Kinerja Komunikasi DEI dan ESG di Media Sosial Konsisten, Pemprov Jatim Raih Penghargaan IDEAS 2026

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi...

Hadapi El Nino Godzila, BPBD Kota Kediri dan BMKG Dhoho Perkuat Mitigasi Dampak Kekeringan

KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana...
Advertisementspot_img

Terbaru

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Terkait