Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN – Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih Desa Kelurahan Sogaten berlangsung meriah di Lapangan Sogaten, Sabtu (11/7/2026) malam. Ribuan warga memadati lokasi untuk menikmati rangkaian acara yang memadukan tradisi, hiburan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Mulai dari bazar UMKM yang diikuti sekitar 80 tenan, layanan administrasi kependudukan dari Disdukcapil Kota Madiun, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga puncaknya pertunjukan wayang kulit yang sukses mencuri perhatian warga.

Menariknya, pergelaran wayang kulit ini untuk pertama kalinya digelar sebagai puncak perayaan Bersih Desa Kelurahan Sogaten.

Sebelum wayang dimulai, masyarakat lebih dulu disuguhi berbagai penampilan seni dari generasi muda. Mulai dari karawitan, tembang macapat, tari Ganong serta pembacaan puisi dari siswa SD Negeri Sogaten dan juga SMP Negeri 9 Madiun. Suasana semakin semarak saat kirab pusaka dan gunungan mengawali puncak perayaan tradisi bersih desa.

Plt Walikota Madiun F. Bagus Panuntun hadir langsung menyaksikan seluruh rangkaian acara. Tak hanya menikmati pertunjukan, ia juga tampak serius mengamati setiap penampilan yang disuguhkan malam itu.

Menurutnya, para penari hingga dalang muda merupakan aset budaya yang harus terus diberi ruang untuk berkembang.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah penampilan Ki Aditya Krisna, dalang muda putra asli Kelurahan Sogaten. Meski usianya masih muda, kiprahnya telah dikenal di berbagai daerah. Kehadirannya menjadi kebanggaan bagi warga sekaligus membuktikan bahwa Sogaten memiliki potensi seni budaya yang layak mendapat panggung lebih luas.

Plt Walikota mengapresiasi komitmen Kelurahan Sogaten yang terus menjaga tradisi melalui kegiatan bersih desa. Menurutnya, budaya lokal harus terus dihidupkan seiring dengan upaya Pemerintah Kota Madiun mewujudkan slogan berkarya, berbudaya, mendunia.

“Budaya ini sekarang menjadi perhatian kami. Kota Madiun punya slogan berkarya, berbudaya, mendunia. Kalau budaya seperti ini tidak kita angkat, sangat disayangkan. Karena itu saya ingin potensi budaya di setiap kelurahan terus dikembangkan,” ujarnya.

Ia mengaku sengaja memperhatikan para penampil yang tampil malam itu. Baginya, talenta-talenta lokal seperti penari dan Ki Aditya Krisna memiliki kualitas yang patut dibanggakan dan perlu mendapat kesempatan tampil di berbagai agenda kota.

“Tadi saya lihat tarinya bagus. Talenta-talenta lokal seperti ini ingin kami kumpulkan, kami tampilkan sekaligus kami perkenalkan kepada masyarakat. Termasuk Mas Adit yang sudah banyak tampil di berbagai daerah, nanti juga akan kami libatkan dalam kegiatan Pemerintah Kota,” katanya.

Menurut Plt Walikota kegiatan budaya di tingkat kelurahan bukan sekadar menjaga tradisi agar tetap hidup, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Antusiasme warga yang memadati lokasi acara serta ramainya stan-stan UMKM menjadi bukti bahwa budaya dan ekonomi bisa tumbuh beriringan.

Karena itu, Pemerintah Kota Madiun akan terus mendorong setiap kelurahan memiliki agenda budaya yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui program Gerakan Ekonomi Maju, Aktif, Kelurahan Berdaya (GEMA Berdaya) 2027. Harapannya, tradisi tetap lestari, seniman lokal semakin dikenal, dan kegiatan budaya mampu menjadi penggerak ekonomi di setiap kelurahan. (tri)

Advertisementspot_img

Populer

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Akibat Kekeringan dan Gagal Panen, Bupati Yani Serahkan Bansos ke 1.177 Petani

GRESIK - Merespons dampak kekeringan yang mengakibatkan gagal panen...

Terkait Suara Dentuman di Sejumlah Wilayah, Pemkab Gresik Berkoordinasi

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik bergerak cepat menindaklanjuti laporan...
Advertisementspot_img

Terbaru

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Cetak Mahasiswa Tangguh Bencana, BPBD Jombang Gelar Sosialisasi dan Simulasi Sigana di Itebis PGRI Dewantara

JOMBANG - Dalam upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan di lingkungan...

Terkait