Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Hadapi Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Lakukan Langkah Preventif

BOJONEGORO – Menghadapi transisi musim kemarau Tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai melakukan langkah preventif menyusul data prakiraan cuaca dari BMKG Tuban yang memprediksi awal musim kemarau di wilayah Bojonegoro akan dimulai secara bertahap pada April hingga Mei mendatang.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, menyatakan, pihaknya saat ini tengah fokus pada pemetaan (mapping) titik-titik potensi kekeringan serta penguatan koordinasi lintas sektor. Hal ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait strategi penanganan kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

“Minggu ini kami melakukan mitigasi dan mapping titik-titik potensi kekeringan di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro,” ujar Heru Wicaksi, Jumat (10/4/2026).

Berdasarkan data BMKG Tuban, awal musim kemarau di Kabupaten Bojonegoro terbagi dalam tiga fase dasarian yaitu April Dasarian II (11-20 April), meliputi Kecamatan Balen, Baureno, Kanor, dan Kepohbaru. April Dasarian III (21-30 April), meliputi wilayah perkotaan Bojonegoro, Dander, Gayam, Kalitidu, hingga wilayah barat seperti Margomulyo dan Tambakrejo. Mei Dasarian I (1-10 Mei), meliputi Kecamatan Bubulan, Gondang, Kedungadem, Sekar, hingga Temayang.

Puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus hingga September. Dalam rakor, diperkirakan beberapa wilayah masuk dalam kategori Kawasan Kritis Air diantaranya Kecamatan Ngraho, Tambakrejo, Ngambon, Bubulan, dan Sekar.

Dalam upaya meminimalisir dampak bencana, BPBD Bojonegoro menghimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah antisipatif yaitu menggunakan air secara bijak dan hemat sesuai kebutuhan. Memaksimalkan penampungan air hujan selama sisa musim penghujan sebagai cadangan.

Jika terjadi kondisi darurat atau kekeringan ekstrem warga diharapkan segera melapor kepada perangkat desa setempat atau menghubungi Call Center BPBD Bojonegoro melalui WhatsApp di nomor 08113356444. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Bupati Mojokerto Luncurkan ‘Mojokerto Tangguh Rek’ dan Aplikasi Mojo Mandala

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto memperkuat kesiapsiagaan menghadapi...

BPBD Kota Madiun Bekali ASN Keterampilan Water Rescue

MADIUN - Berbagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...
Advertisementspot_img

Terbaru

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Cetak Mahasiswa Tangguh Bencana, BPBD Jombang Gelar Sosialisasi dan Simulasi Sigana di Itebis PGRI Dewantara

JOMBANG - Dalam upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan di lingkungan...

Hadapi El Nino Godzila, BPBD Kota Kediri dan BMKG Dhoho Perkuat Mitigasi Dampak Kekeringan

KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana...

Sinergi Tim Gabungan Cegah Api Meluas, Kebakaran Hutan di Pasirian Berhasil Dikendalikan

LUMAJANG - Gerak cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran...

Terkait