Minggu, 17 Mei, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Wisata Edukasi Sumber Gedor Banyuwangi, Mata Air Bersejarah Yang Kaya Mineral

BANYUWANGI – Banyuwangi memiliki ratusan sumber mata air. Salah satu sumber mata air yang tertua dan bersejarah adalah Sumber Air Gedor, di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro yang berada di kaki Gunung Ijen.

Sumber air ini menjadi salah satu sumber mata air utama yang dimanfaatkan oleh Pudam (Perusahaan Daerah Air Minum) Banyuwangi untuk memasok kebutuhan air bersih bagi masyarakat kota Banyuwangi.

Tempat ini dibangun pada masa kolonial Belanda sejak 1926 dan mulai beroperasi pada 1927. Jadi bisa disebut ini adalah salah satu cagar budaya Banyuwangi.

Kawasan ini berada di tengah hutan dengan pohon-pohon yang tinggi nan rindang, namun tak jauh dari rumah penduduk. Suasana terasa sejuk berada di kawasan ini, mengingat kawasan ini berada di lereng Gunung Ijen.

Pudam Banyuwangi sangat menjaga kawasan ini. Sistem pengelolaan airnya dilakukan secara tertutup untuk menjaga kemurnian dan kejernihan airnya hingga dialirkan ke masyarakat.

Menariknya, selain airnya yang kaya mineral, Sumber Air Gedor tidak pernah kering meski usianya sudah hampir satu abad.

Pudam pun mulai membuka kawasan ini untuk wisata edukasi. Siswa bisa melihat langsung sumber ini secara langsung termasuk pengelolaannya. Bahkan di sini pengunjung juga bisa merasakan kesegaran air dari sumber setelah disuling secara sederhana.

“Sangat mendukung Pudam untuk mengenalkan kawasan ini ke pelajar dan masyarakat. Ini juga semacam pesan kepada generasi muda, sumber mata air harus dijaga dengan baik, dan lingkungan yang melingkupinya. Ini akan menjadi wisata edukasi alternatif, apalagi ini adalah bisa dibilang semcam cagar budaya,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meninjau kawasan itu, Rabu (13/5/2026).

Ditambahkan Dirut Pudam Banyuwangi, Abdurrahman, air di Sumber Gedor sangat jernih.  “Airnya kaya akan mineral, sehingga menyehatkan bagi tubuh. Ini sudah dibuktikan dengan hasil uji lab dari Labkesda,” kata dia.

Menurut Abdurrahman di tempat ini anak-anak bisa belajar bagaimana air alam diproses hingga sampai ke rumah-rumah mereka. Bahkan siswa bisa meminum langsung kemurnian air sumber tersebut setelah dilakukan penyulingan.

“Di sini siswa bisa melihat bagaimana proses air dari alam ini disalurkan ke rumah-rumah warga, sehingga diharapkan tumbuh kesadaran menjaga lingkungan akan tumbuh sejak dini,” kata dia.

Siswa juga dikenalkan dengan berbagai jenis tumbuhan yang ada di sekitar sumber Gedor. Lokasi sumber air ini memang dikelilingi oleh vegetasi yang cukup lebat. Beragam jenis tumbuhan ada di sana, seperti pohon keluwek, jambu, kemiri, dan banyak lainnya. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Antisipasi Jemaah Berdesakan Usai Salat, PPIH Berlakukan Sistem Buka-Tutup di Terminal Ajyad

MAKKAH - Lonjakan pergerakan jemaah haji Indonesia dari Masjidil...

Prioritaskan Kesehatan Lingkungan, Bakorwil Malang Dukung Relokasi TPS Kaliwaron

SURABAYA - Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang Pemerintah...

Kemenhaj RI Imbau Jemaah Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengimbau...
Advertisementspot_img

Terbaru

Bukti SDM Unggul, Gubernur Khofifah Lepas 1.790 Siswa Magang Kerja Luar Negeri dan Alumni Pekerja Migran

TULUNGAGUNG - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas...

Prioritaskan Kesehatan Lingkungan, Bakorwil Malang Dukung Relokasi TPS Kaliwaron

SURABAYA - Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang Pemerintah...

Ajak Pengunjung Berwisata dan Pelajari Bunga Abadi Khas Bromo di Taman Edelweis Wonokitri

PASURUAN - Bunga edelweis, banyak yang mengistilahkan bunga ini...

MUI Tolak Penyembelihan Hewan Dam Haji di Indonesia, Minta Kemenhaj Evaluasi Aturan

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengambil sikap tegas...

Lumajang Jadi Percontohan Nasional, Ketahanan Warga Hadapi Bencana Tak Hanya Bertumpu pada Infrastruktur

LUMAJANG - Lumajang ditetapkan sebagai daerah percontohan nasional implementasi...

Terkait