Minggu, 17 Mei, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Banjir di Tengah Kemarau, Lumajang Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Anomali Cuaca

LUMAJANG – Banjir luapan yang terjadi pada Jumat (15/5/2026) dini hari di wilayah Kecamatan Sukodono di tengah musim kemarau menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat, bahwa ancaman bencana tidak selalu mengikuti siklus musim.

Hujan deras di kawasan hulu Gunung Semeru sejak Kamis malam menyebabkan debit sungai meningkat drastis dan meluap ke sejumlah permukiman. Kondisi ini menunjukkan bahwa cuaca ekstrem dapat terjadi sewaktu-waktu, meski wilayah telah memasuki musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho menegaskan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi.

“Curah hujan di wilayah hulu cukup tinggi dan berlangsung lama sehingga menyebabkan debit air meningkat drastis. Kondisi ini menjadi anomali cuaca yang perlu diwaspadai bersama,” kata Isnugroho, Jumat (25/5/2026).

Menurutnya, wilayah yang berada di sepanjang aliran sungai berhulu Semeru memiliki potensi terdampak luapan apabila hujan ekstrem terjadi di kawasan pegunungan. Karena itu, kesiapsiagaan warga harus terus dibangun, termasuk memahami jalur evakuasi dan memperhatikan informasi resmi kebencanaan.

Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong penguatan literasi kebencanaan melalui sinergi BPBD, perangkat desa, Komunitas Informasi Masyarakat (KIM), media center, dan jaringan humas pemerintah daerah. Kolaborasi ini penting agar informasi yang diterima masyarakat cepat, akurat, serta mampu mencegah munculnya hoaks saat situasi darurat.

Edukasi kebencanaan dinilai semakin penting di tengah perubahan iklim global yang memengaruhi pola hujan. Masyarakat diharapkan tidak hanya waspada saat musim penghujan, tetapi juga tetap siaga sepanjang tahun, terutama bagi wilayah yang berada di sekitar daerah aliran sungai.

Melalui peristiwa ini, Lumajang menegaskan bahwa mitigasi bencana bukan sekadar respons saat kejadian, tetapi juga upaya membangun budaya sadar risiko melalui edukasi, ketepatan informasi, dan gotong royong masyarakat. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Wisata Edukasi Sumber Gedor Banyuwangi, Mata Air Bersejarah Yang Kaya Mineral

BANYUWANGI – Banyuwangi memiliki ratusan sumber mata air. Salah...

Nobar Film Na Willa, Pererat Kebersamaan Keluarga Besar PT POMI dan Penyandang Disabilitas

PROBOLINGGO - PT Paiton Energy-POMI kembali menunjukkan komitmennya dalam...

Lumajang Jadi Percontohan Nasional, Ketahanan Warga Hadapi Bencana Tak Hanya Bertumpu pada Infrastruktur

LUMAJANG - Lumajang ditetapkan sebagai daerah percontohan nasional implementasi...
Advertisementspot_img

Terbaru

Nobar Film Na Willa, Pererat Kebersamaan Keluarga Besar PT POMI dan Penyandang Disabilitas

PROBOLINGGO - PT Paiton Energy-POMI kembali menunjukkan komitmennya dalam...

BPBD Lumajang Gerak Cepat Tangani Banjir Luapan Semeru, 300 KK Terdampak

LUMAJANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang...

Grand Mufti Arab Saudi Ajak Umat Islam Perbanyak Ibadah di 10 Hari Pertama Dzulhijjah

MAKKAH - Grand Mufti Arab Saudi, Syeikh Saleh Al-Fawzan mengajak umat...

Bukti SDM Unggul, Gubernur Khofifah Lepas 1.790 Siswa Magang Kerja Luar Negeri dan Alumni Pekerja Migran

TULUNGAGUNG - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas...

Prioritaskan Kesehatan Lingkungan, Bakorwil Malang Dukung Relokasi TPS Kaliwaron

SURABAYA - Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang Pemerintah...

Terkait