Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Sekdaprov Jatim Tegaskan Perda PB Jadi Payung Besar Kolaborasi dan Mitigasi Risiko Bencana di Jatim

SURABAYA – Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penanggulangan Bencana (PB) yang hadir sebagai perubahan atas Perda nomor 3 tahun 2010 mulai disosialisasikan Pemprov Jatim bersama SIAP SIAGA Jatim, Selasa (26/5/2025).

Sosialisasi Perda yang dilangsungkan di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jatim ini dihadiri Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati, Sekretaris BPBD Jatim Andhika Nurrahmad Sudigda dan Manager Program SIAP SIAGA Jatim, Mambaus Su’ud.

Hadir juga, Kabid PK BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara, perangkat daerah terkait, kalangan akademisi, kelompok dunia usaha, media, organisasi masyarakat hingga komunitas relawan kebencanaan, termasuk kelompok disabilitas.

Dalam sambutannya, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menegaskan, Perda PB Nomor 1 Tahun 2026 ini merupakan payung besar dalam memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar penanggulangan bencana di Jatim berjalan terpadu, terkoordinasi dan fokus pada pengurangan risiko bencana.

Sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan kebijakan tersebut.

“Perda ini memayungi keterlibatan semua pihak yang memang bersentuhan dengan urusan bencana. Sistem kebencanaan Jawa Timur sudah cukup baik dengan selalu mengadopsi regulasi yang ada di pusat dan paradigma yang berkembang,” katanya.

Yang paling penting, kata dia, Perda No. 1/2026 ini dirancang guna memastikan pemenuhan hak untuk selamat dari bencana, termasuk untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas.

“Perda ini menunjukkan adanya inklusivitas, keterlibatan semua pihak dalam penanggulangan bencana, memperhatikan disabilitas, gender, kelompok rentan dan lainnya,” katanya.

Ia berharap, sosialisasi Perda ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian regulasi, tetapi juga memperkuat kesamaan pemahaman, koordinasi lintas sektor serta implementasi kebijakan hingga ke tingkat masyarakat.

“Mari terus kita perkuat semangat gotong royong, solidaritas sosial dan sinergi lintas sektor agar Jawa Timur menjadi provinsi yang semakin tangguh, siap dan cepat pulih menghadapi berbagai potensi bencana,” pungkasnya.

Sementara, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menambahkan, penanggulangan bencana itu bukan hanya pada saat respon saja, tapi dilihat juga pada perubahan paradigma dan upaya melakukan pencegahan dan mitigasi.

“Langkah ini dapat mengurangi pertama jumlah korban jiwa, warga terdampak, kerugian sosial ekonomi, kerusakan infrastruktur,” katanya.

Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno juga menuturkan, mitigasi bencana itu idealnya tetap memerhatikan kearifan lokal.

“Mitigasi berupa tanda-tanda dari alam itu diperhatikan. Mengapa binatang liar tiba-tiba keluar ke permukiman atau berbagai jenis burung tiba-tiba terbang,” ucap Sri Untari.

Kearifan lokal di Pulau Jawa khususnya Jawa Timur, kata dia, sangat luar biasa untuk meminimalkan dampak bencana.

“Bahkan, ilmu peninggalan dari nenek moyang ini di masa mendatang dapat dijadikan referensi dalam penanggulangan bencana,” katanya.

Sosialisasi ini juga ditandai dengan diskusi yang dihadiri Sekjen FPRB Jatim Catur Sudarmanto, Koordinator SRPB Jatim Subekti Rahmad Kimiawan dan Koordinator Unit Layanan Disabilitas PB Jatim, Soelistyowati. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Akibat Kekeringan dan Gagal Panen, Bupati Yani Serahkan Bansos ke 1.177 Petani

GRESIK - Merespons dampak kekeringan yang mengakibatkan gagal panen...

Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Bupati Mojokerto Luncurkan ‘Mojokerto Tangguh Rek’ dan Aplikasi Mojo Mandala

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto memperkuat kesiapsiagaan menghadapi...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...
Advertisementspot_img

Terbaru

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Terkait