Jumat, 21 Agustus, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Kalaksa BPBD Jatim Tetapkan Dua Desa di Kabupaten Pasuruan Sebagai Desa Tangguh Bencana, Kini Total 33 Destana

PASURUAN – Sebanyak 33 desa di Kabupaten Pasuruan kini telah ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana).

Yang terbaru adalah Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur dan Desa Gerbo, Kecamatan Purwodadi. Kedua desa ini ditetapkan sebagai Destana di Kabupaten Pasuruan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melalui Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto yang hadir dalam acara Pembinaan Desa/Kelurahan Tanggap Bencana di Pendopo Desa Gerbo, Kamis (4/6/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan keberadaan Destana tak lain untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.

“Supaya warga mengetahui ancaman bencana yang bisa terjadi kapan saja. Dan yang kedua supaya seluruh warga di Desa Tangguh Bencana sigap dan siap menghadapi ancaman tersebut,” kata Sugeng, Jumat (5/6/2026).

Dengan bertambahnya jumlah desa tangguh bencana, Sugeng berharap ada greget dari desa-desa lain. Khususnya dalam komitmennya menciptakan lingkungan yang siap menghadapi bencana apapun. Baik dalam hal SDM maupun sarana prasarana yang dimiliki.

Sebab di Kabupaten Pasuruan, total ada 75 desa/kelurahan yang di wilayah Rawan Bencana, dan agar masyarakatnya tangguh dan mandiri dalam menghadapi setiap jenis bencana, hadirnya Destana menjadi kekuatan tersendiri.

“Dari 14 jenis kebencanaan, Kabupaten Pasuruan ini berada di 12 jenis ancaman bencana yang terjadi minus tsunami dan luquivasi. Maka bagaimana menciptakan ketangguhan desa ketika terjadi bencana sampai desa tersebut mampu cepat bangkit, itulah Destana,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Purwodadi, Sugiarto menjelaskan ada dua desa yang kini telah ditetapkan sebagai Destana, yakni Desa Gerbo dan Desa Cowek. Dua desa tersebut diketahui berada di wilayah rawan bencana tanah longsor maupun tanah gerak.

“Apalagi di Cowek, beberapa waktu lalu ada peristiwa tanah gerak. Dan langsung menjadi atensi Pemda dan Pemprov Jatim untuk dilakukan penanganan,” kata dia.

Usai ditetapkan, pihak kecamatan sampai ke tingkat desa dan dusun saling berkoordinasi. Utamanya dengan melakukan penguatan di semua lini.

“Semuanya dikuatkan mulai dari ormas, pemdes dan stake-holder lainnya. Tidak hanya tanggung jawab pemerintah tapi semua pemangku kepentingan dan dunia usaha harus jadi satu bergotong royong mendukung Destana,” kata dia. (tri)

Advertisementspot_img

Populer

Gempa M7,7 Guncang NTT: Gubernur Khofifah Pastikan Jawa Timur Hadir dengan Dukungan Kemanusiaan

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan...

Setelah Pencarian Intensif, Tim Gabungan BPBD Jombang Temukan Korban Tenggelam di Sungai Jatigedong

JOMBANG - Upaya pencarian korban tenggelam di wilayah Desa...

Sate Kenul Lele Khas Nganjuk Antar DWP Nganjuk Masuk 5 Besar Jatim

SURABAYA - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Nganjuk kembali...
Advertisementspot_img

Terbaru

Kolaborasi Bareng BRIN dan CIS Jepang, BPBD Fasilitasi Cek Kesehatan Para Relawan Bencana di Jatim

SURABAYA - Keberadaan relawan selama ini kerap menjadi garda...

Sate Kenul Lele Khas Nganjuk Antar DWP Nganjuk Masuk 5 Besar Jatim

SURABAYA - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Nganjuk kembali...

Evaluasi PKG, Wabup Gresik Dorong Hasil Pemeriksaan Jadi Basis Program Kesehatan

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong percepatan pelaksanaan Pemeriksaan...

Karhutla TNBTS Terkendali, Kewaspadaan di Ranupani Tetap Dijaga

LUMAJANG - Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di...

Aktivasi IKD Kota Madiun Capai 37,30 Persen, Layanan Adminduk Terus Diperluas

MADIUN – Identitas Kependudukan Digital (IKD) semakin banyak digunakan...

Terkait