Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Bagi Pengalaman dengan Peserta PKN II, Kalaksa BPBD Paparkan Capaian Pengurangan Risiko Bencana di Jatim

SURABAYA – Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto SE, M.PSDM berkesempatan sharing pengalaman dengan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Angkatan II di Kampus BPSDM Jatim, Jl Balongsari Tama, Surabaya, Senin (29/6/2026).

Ia pun membagikan pengalamannya selama memimpin BPBD Jatim, dalam 4 tahun terakhir.

Kepada peserta PKN yang berasal dari berbagai provinsi se-Indonesia ini, Kalaksa Gatot Soebroto membeberkan potensi Jawa Timur dengan ragam ancaman bencana yang dimiliki, mulai dari banjir, banjir bandang, longsor, erupsi gunung api, gempa bumi, tsunami hingga likuifaksi.

Semua potensi bencana itu, katanya, disebabkan karena Jatim memiliki sejumlah kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), beberapa gunung api aktif dan sejumlah sesar gempa aktif.

Guna mengantisipasi dan mengurangi potensi risiko bencana itu, ia pun berkolaborasi dengan berbagai unsur penthahelix mengupayakan peningkatan kapasitas masyarakat Jatim melalui berbagai langkah, seperti, sosialisasi kebencanaan, penguatan mitigasi dan peralatan deteksi dini, serta pelatihan dan simulasi.

Untuk mengantisipasi dan mengurangi potensi risiko bencana, BPBD berkolaborasi dengan berbagai unsur penthahelix

Upaya pengurangan risiko bencana itu dilakukan dengan pendekatan berbasis komunitas, seperti, masyarakat desa melalui Desa Tangguh Bencana (Destana), komunitas sekolah dan pesantren melalui Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan kelompok usia dini dan komunitas lain melalui pembelajaran kebencanaan dengan wahana Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina) di lingkungan kantor BPBD Jatim.

Khusus terkait pembelajaran kebencanaan melalui Tenpina, ia mengungkapkan, dalam lima tahun terakhir, telah terjadi lonjakan yang sangat signifikan terhadap animo pembelajaran ini.

Pada Tahun 2021, jumlah pengunjung Tenpina masih 140 orang. Lalu meningkat menjadi 1.493 orang di tahun 2022. Meningkat lagi menjadi 3.823 pada Tahun 2023 dan meningkat lagi menjadi 4.741 di Tahun 2024. Khusus di sepanjang Tahun 2025, jumlah kunjungan ini melonjak drastis sebesar 145,6 % atau mencapai sebanyak 11.647 orang.

Selain Kalaksa Gatot Soebroto, peserta PKN yang telah mengikuti proses pelatihan sejak 19 Februari hingga 2 Juli 2026 ini juga mendapat sharing pengalaman dari Ketua Puslit MKPI ITS Surabaya, Hepi Hapsari H., ST, M.Sc, Ph.D. (ris, *)

Advertisementspot_img

Populer

Kabupaten Pasuruan Nominator Lomba Wana Lestari 2026 Kategori Hutan Kemasyarakatan

PASURUAN - Kabupaten Pasuruan berhasil masuk sebagai salah satu...

Sinergi Tim Gabungan Cegah Api Meluas, Kebakaran Hutan di Pasirian Berhasil Dikendalikan

LUMAJANG - Gerak cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran...

BPBD Lumajang Salurkan Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

LUMAJANG - Saat musim kemarau mulai mengurangi ketersediaan sumber...
Advertisementspot_img

Terbaru

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Cetak Mahasiswa Tangguh Bencana, BPBD Jombang Gelar Sosialisasi dan Simulasi Sigana di Itebis PGRI Dewantara

JOMBANG - Dalam upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan di lingkungan...

Hadapi El Nino Godzila, BPBD Kota Kediri dan BMKG Dhoho Perkuat Mitigasi Dampak Kekeringan

KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana...

Sinergi Tim Gabungan Cegah Api Meluas, Kebakaran Hutan di Pasirian Berhasil Dikendalikan

LUMAJANG - Gerak cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran...

Terkait