SURABAYA – Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto SE, M.PSDM berkesempatan sharing pengalaman dengan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Angkatan II di Kampus BPSDM Jatim, Jl Balongsari Tama, Surabaya, Senin (29/6/2026).
Ia pun membagikan pengalamannya selama memimpin BPBD Jatim, dalam 4 tahun terakhir.
Kepada peserta PKN yang berasal dari berbagai provinsi se-Indonesia ini, Kalaksa Gatot Soebroto membeberkan potensi Jawa Timur dengan ragam ancaman bencana yang dimiliki, mulai dari banjir, banjir bandang, longsor, erupsi gunung api, gempa bumi, tsunami hingga likuifaksi.
Semua potensi bencana itu, katanya, disebabkan karena Jatim memiliki sejumlah kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), beberapa gunung api aktif dan sejumlah sesar gempa aktif.
Guna mengantisipasi dan mengurangi potensi risiko bencana itu, ia pun berkolaborasi dengan berbagai unsur penthahelix mengupayakan peningkatan kapasitas masyarakat Jatim melalui berbagai langkah, seperti, sosialisasi kebencanaan, penguatan mitigasi dan peralatan deteksi dini, serta pelatihan dan simulasi.

Upaya pengurangan risiko bencana itu dilakukan dengan pendekatan berbasis komunitas, seperti, masyarakat desa melalui Desa Tangguh Bencana (Destana), komunitas sekolah dan pesantren melalui Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan kelompok usia dini dan komunitas lain melalui pembelajaran kebencanaan dengan wahana Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina) di lingkungan kantor BPBD Jatim.
Khusus terkait pembelajaran kebencanaan melalui Tenpina, ia mengungkapkan, dalam lima tahun terakhir, telah terjadi lonjakan yang sangat signifikan terhadap animo pembelajaran ini.
Pada Tahun 2021, jumlah pengunjung Tenpina masih 140 orang. Lalu meningkat menjadi 1.493 orang di tahun 2022. Meningkat lagi menjadi 3.823 pada Tahun 2023 dan meningkat lagi menjadi 4.741 di Tahun 2024. Khusus di sepanjang Tahun 2025, jumlah kunjungan ini melonjak drastis sebesar 145,6 % atau mencapai sebanyak 11.647 orang.
Selain Kalaksa Gatot Soebroto, peserta PKN yang telah mengikuti proses pelatihan sejak 19 Februari hingga 2 Juli 2026 ini juga mendapat sharing pengalaman dari Ketua Puslit MKPI ITS Surabaya, Hepi Hapsari H., ST, M.Sc, Ph.D. (ris, *)
