Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Kolaborasi BPBD dan BNPB, Rintis Program UMKM Jatim Tangguh Bencana

SURABAYA – Bencana kerapkali tak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur dan lingkungan, tetapi juga berdampak pada terganggunya usaha masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Berangkat dari kondisi ini, BPBD Jatim bersama BNPB, Program Siap Siaga, perangkat daerah, akademisi, komunitas, serta para pelaku usaha menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kajian UMKM Tangguh, di Ruang Siaga, Kantor BPBD Jatim, Rabu (1/7/2026).

Hadir secara daring dalam acara ini, Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo. Sedang hadir secara langsung, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Koordinator Program Siap Siaga Jatim Mambaus Su’ud dan sejumlah perwakilan UMKM dari berbagai daerah.

Melalui forum ini, berbagai pemangku kepentingan berdiskusi merumuskan strategi agar UMKM di Jatim memiliki kemampuan bertahan, beradaptasi, dan bangkit lebih cepat saat terdampak bencana.

Hadir secara langsung, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Koordinator Program Siap Siaga Jatim Mambaus Su’ud dan sejumlah perwakilan UMKM dari berbagai daerah

Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto menegaskan, membangun ketangguhan tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi. Tetapi juga memastikan masyarakat tetap memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan.

“Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan solusi, mulai dari penguatan mitigasi risiko, diversifikasi usaha, pemanfaatan teknologi digital, hingga perluasan akses pemasaran bagi pelaku UMKM,” kata dia.

Melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat, diharapkan lahir rekomendasi yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di kawasan rawan bencana.

Sebab, UMKM yang tangguh akan menjadi pondasi penting dalam mewujudkan masyarakat Jatim yang lebih siap menghadapi bencana dan lebih cepat bangkit menuju masa depan yang berkelanjutan.

Sementara, berdasar identifikasi awal, dampak yang biasa dirasakan UMKM saat terjadi bencana, dapat diklasifikasi menjadi dua, yakni, dampak langsung dan dampak tak langsung.

Dampak langsung, di antaranya, berupa, kerusakan aset dan infrastruktur, serta gangguan operasional. Sedang, dampak tak langsung, bisa berwujud, rantai pasok yang terputus, hilangnya pendapatan, masalah keuangan, khususnya cicilan modal dan dampak psikologis. (ris, *)

Advertisementspot_img

Populer

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Sinergi Tim Gabungan Cegah Api Meluas, Kebakaran Hutan di Pasirian Berhasil Dikendalikan

LUMAJANG - Gerak cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran...

BPBD Lumajang Salurkan Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

LUMAJANG - Saat musim kemarau mulai mengurangi ketersediaan sumber...
Advertisementspot_img

Terbaru

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Cetak Mahasiswa Tangguh Bencana, BPBD Jombang Gelar Sosialisasi dan Simulasi Sigana di Itebis PGRI Dewantara

JOMBANG - Dalam upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan di lingkungan...

Hadapi El Nino Godzila, BPBD Kota Kediri dan BMKG Dhoho Perkuat Mitigasi Dampak Kekeringan

KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana...

Sinergi Tim Gabungan Cegah Api Meluas, Kebakaran Hutan di Pasirian Berhasil Dikendalikan

LUMAJANG - Gerak cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran...

Terkait