Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Langkah Mitigasi Pertanian Purwosari dan Sekitarnya, Pemkab Bojonegoro Normalisasi Kali Jambe

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) terus memperkuat upaya mitigasi kekeringan dengan melaksanakan normalisasi Kali Jambe dan saluran afvoer di wilayah Kecamatan Purwosari.

Ini menjadi langkah strategis untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama saat musim kemarau.

Kecamatan Purwosari merupakan salah satu kawasan penyangga produksi pertanian di wilayah barat Kabupaten Bojonegoro dengan total produksi mencapai sekitar 14.185 ton. Namun, pada musim kemarau seperti saat ini, kebutuhan air irigasi menjadi tantangan besar karena hampir tidak ada curah hujan.

Berdasarkan hasil survei Kementerian Pertanian, wilayah Kecamatan Purwosari tidak memiliki cekungan air tanah (CAT). Kondisi tersebut menyebabkan sumber pengairan pertanian hanya mengandalkan aliran Kali Gandong dan air hujan.

Saat musim kemarau dengan debit sungai yang menurun, pelaksanaan normalisasi dinilai menjadi waktu yang tepat. Pengerukan sedimentasi di dasar sungai dan saluran avoer dan Kali Jambe yang merupakan anak sungai Kali Gandong diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tampung dan memperlancar aliran air ketika musim hujan tiba, sehingga pasokan air irigasi dapat menjangkau lahan pertanian secara lebih optimal.

Sejumlah desa yang selama ini menjadi daerah rawan kekeringan di antaranya Desa Donan, Kuniran, Tinumpuk, dan Kaliombo diharapkan dapat merasakan manfaat dari kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas PU SDA yang telah melaksanakan normalisasi avoer, dan Kali Gandong dan Kali Jambe di Kecamatan Purwosari,” kata Camat Purwosari, Ike Widyaningrum.

Menurutnya, pengerukan sedimen akan memperlancar aliran air sehingga daya tampung sungai meningkat ketika musim hujan datang. Dampaknya, distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih optimal dan mampu mengurangi risiko kekeringan di sejumlah desa.

“Harapan kami, normalisasi ini menjadi investasi jangka panjang bagi sektor pertanian. Ketika musim hujan tiba, air dapat mengalir lebih lancar menuju areal persawahan sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga dan ketahanan pangan di Kecamatan Purwosari semakin kuat,” kata dia. (tri)

Advertisementspot_img

Populer

Terkait Suara Dentuman di Sejumlah Wilayah, Pemkab Gresik Berkoordinasi

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik bergerak cepat menindaklanjuti laporan...

Cetak Mahasiswa Tangguh Bencana, BPBD Jombang Gelar Sosialisasi dan Simulasi Sigana di Itebis PGRI Dewantara

JOMBANG - Dalam upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan di lingkungan...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...
Advertisementspot_img

Terbaru

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Cetak Mahasiswa Tangguh Bencana, BPBD Jombang Gelar Sosialisasi dan Simulasi Sigana di Itebis PGRI Dewantara

JOMBANG - Dalam upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan di lingkungan...

Hadapi El Nino Godzila, BPBD Kota Kediri dan BMKG Dhoho Perkuat Mitigasi Dampak Kekeringan

KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana...

Sinergi Tim Gabungan Cegah Api Meluas, Kebakaran Hutan di Pasirian Berhasil Dikendalikan

LUMAJANG - Gerak cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran...

Terkait