Jumat, 24 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Tagana Masuk Pesantren, Bekali Santri Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

MOJOKERTO – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto mempunyai terobosan baru dalam membentuk komunitas siaga bencana. Yakni dengan Tagana Masuk Pesantren (Tamatren) di Pondok Pesantren Al Amin Putri, Senin (20/7/2026).

Walikota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan bahwa penyelenggaraan Tamatren tidak hanya sekadar melaksanakan amanat berbagai regulasi, tetapi untuk membangun budaya sadar bencana sekaligus membekali santri dengan pengetahuan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.

“Meskipun sebagian besar santri berasal dari luar Kota Mojokerto, selama berdomisili di pondok pesantren yang berada di wilayah Kota Mojokerto, maka menjadi tanggung jawab pemerintah kota untuk memberikan edukasi kebencanaan sesuai amanat regulasi,” kata Ning Ita sapaan akrab Walikota Mojokerto

Ia menjelaskan, Kota Mojokerto bukan termasuk daerah dengan potensi tinggi bencana hidrometeorologi. Namun demikian, pemerintah tetap membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada tahun 2025 sebagai tindak lanjut ketentuan perundang-undangan dan untuk memperkuat koordinasi penanggulangan bencana.

“Seluruh kelurahan kini sedang dibentuk menjadi Kampung Tangguh Bencana. Salah satu prioritasnya adalah memberikan edukasi kepada masyarakat agar memahami mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Dalam hal ini BPBD bersinergi dengan Dinas Sosial melalui Taruna Siaga Bencana atau Tagana,” kata dia.

Ning Ita menuturkan ancaman yang paling perlu diwaspadai di wilayah perkotaan seperti Kota Mojokerto bukan bencana alam, melainkan kebakaran. Sepanjang enam bulan pertama Tahun 2026, tercatat sedikitnya tujuh kejadian kebakaran di Kota Mojokerto, bahkan salah satunya mengakibatkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

“Yang paling potensial di wilayah perkotaan adalah kebakaran. Karena itu santri harus memiliki pengetahuan bagaimana mencegah, menyelamatkan diri, dan tidak panik ketika terjadi keadaan darurat,” tegasnya.

Selain memberikan materi mitigasi bencana, Walikota juga mengenalkan layanan Call Center 112 yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam tanpa dipungut biaya sebagai layanan darurat apabila terjadi kebakaran maupun kondisi kegawatdaruratan lainnya.

Kepala Pondok Pesantren Al Amin Putri, Muhammad Ali Fahrudin, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, selain memperdalam ilmu agama, santri juga perlu dibekali keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Harapan kami santri putri tidak hanya tafaqquh fiddin, tidak hanya belajar agama saja, tetapi juga memiliki keterampilan yang bermanfaat di tengah masyarakat, salah satunya kemampuan dalam menghadapi dan menanggulangi bencana. Tentu kita juga berdoa semoga Kota Mojokerto selalu dijauhkan dari bencana,” ujarnya.

Dalam Tamatren ini para santri diberikan materi meliputi peran pesantren dalam penanggulangan bencana, manajemen kebencanaan, kesiapsiagaan dan mitigasi di lingkungan pesantren, hingga pengenalan Tagana beserta tugas pokoknya sebagai relawan sosial.

Melalui program Tamatren, Pemerintah Kota Mojokerto berharap semakin banyak generasi muda, khususnya santri, yang memiliki kesadaran, kemampuan mitigasi, dan kesiapsiagaan sehingga mampu menjadi bagian dari masyarakat yang tangguh menghadapi berbagai potensi bencana. (tri) 

Advertisementspot_img

Populer

BPBD Kab/Kota se-Jatim Siap Semarakkan Gelar Peralatan 2026 di Pantai Pancer Door Pacitan

SURABAYA - BPBD Jatim kembali mengadakan Gelar Peralatan untuk...

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas dan Progress Pembangunan SR Terintegrasi 1 Banyuwangi

BANYUWANGI - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku...

Ditandai Pelepasan Ratusan Tukik, Gelar Peralatan Jatim 2026 di Pacitan Resmi Dibuka

PACITAN - Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Provinsi Jawa Timur...
Advertisementspot_img

Terbaru

Antisipasi Erupsi Gunung Kelud, BPBD Kabupaten Malang Gelar Gladi Posko dan Penandatanganan Dokumen Darurat Bencana

​MALANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang...

Musim Kemarau 2026: Pemkab Magetan dan Forkopimda Bersinergi Cegah Karhutla serta Kekeringan

MAGETAN - ​Pergantian musim selalu membawa tantangan nyata yang...

BPBD Jombang Perkuat Budaya Tanggap Bencana melalui Edukasi dan Simulasi Kebakaran Serentak di Lima Sekolah

LJOMBANG - Komitmen BPBD Kabupaten Jombang dalam membangun masyarakat...

Apen Rainbow Parsanga, Pertahankan Citarasa Jajanan Tradisional Khas Sumenep

SUMENEP - Apen merupakan salah satu jajanan tradisional khas...

Terkait