LJOMBANG – Komitmen BPBD Kabupaten Jombang dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukasi kepada generasi muda.
Pada Rabu (15/7/2026), BPBD Kabupaten Jombang melalui Unit Operasi Pusdalops PB bersama Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan secara serentak melaksanakan Sosialisasi dan Pelatihan Penanggulangan Bencana serta Kebakaran di lima lembaga pendidikan, yaitu SMK Muhammadiyah 2 Jogoroto, SMK Negeri Mojoagung, SMPIT Ruhul Jadid Sengon, MA Ar-Rahman Sumoyono, dan SMP Negeri 2 Gudo.
Kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang bertujuan membekali peserta didik baru dengan pengetahuan, keterampilan, serta sikap tanggap dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Selain mengenalkan lingkungan sekolah, para siswa juga diajak memahami pentingnya kesiapsiagaan sebagai bekal menghadapi situasi darurat yang dapat terjadi kapan saja.
Di setiap sekolah, kegiatan diawali dengan pembukaan oleh panitia atau pihak sekolah, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai dasar-dasar penanggulangan bencana.
Tim BPBD memberikan edukasi mengenai berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Jombang, mulai dari banjir, angin kencang, gempa bumi, hingga kebakaran. Peserta dikenalkan pada langkah-langkah mitigasi, cara menyelamatkan diri, prosedur evakuasi yang benar, serta pentingnya menjaga ketenangan ketika menghadapi kondisi darurat.

Tidak hanya penyampaian teori, para peserta juga mendapatkan materi khusus mengenai bahaya kebakaran. Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menjelaskan penyebab umum terjadinya kebakaran, cara pencegahan, hingga tindakan awal yang dapat dilakukan sebelum api membesar.
Melalui praktik langsung, para siswa berkesempatan melihat simulasi penanganan kebakaran serta penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) secara benar dan aman. Pendekatan praktik ini menjadi salah satu metode pembelajaran yang efektif sehingga peserta tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi nyata.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Ratusan siswa aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penanganan bencana, teknik penyelamatan diri, hingga peran masyarakat dalam mendukung upaya mitigasi bencana.

Interaksi yang terjalin menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap pentingnya keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan edukasi yang dilaksanakan secara serentak di lima sekolah tersebut, BPBD Kabupaten Jombang berharap semakin banyak pelajar yang memiliki pengetahuan dasar mengenai kebencanaan serta mampu menjadi pelopor budaya sadar bencana di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Penanaman nilai kesiapsiagaan sejak dini merupakan investasi penting dalam menciptakan generasi yang lebih tangguh, disiplin, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana di masa mendatang.

BPBD Kabupaten Jombang akan terus berkomitmen memperluas jangkauan edukasi kebencanaan kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Jombang yang lebih aman, tangguh, dan berdaya dalam menghadapi ancaman bencana.
Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat diharapkan mampu membentuk budaya mitigasi yang kuat sehingga risiko bencana dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat senantiasa menjadi prioritas utama. (tri)
