NGANJUK – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi melantik dan mengambil sumpah 103 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, bertempat di Pendopo KRT. Sosrokoesoemo, Rabu (14/10/2026).
Agenda rotasi dan promosi jabatan tersebut menyasar Pejabat Administrator, Pengawas, serta Kepala Puskesmas untuk memperkuat reformasi birokrasi dan akselerasi layanan publik.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi sekaligus penyegaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Para pejabat yang menerima amanah baru diharapkan mampu segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja serta memahami tanggung jawab yang melekat pada jabatan masing-masing.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik. Ia menjelaskan bahwa mutasi, rotasi maupun promosi merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi pemerintahan, terutama untuk menyesuaikan kebutuhan dan memperkuat struktur organisasi.
“Kadang kita melakukan rolling untuk penyegaran. Tidak ada maksud apa-apa, semuanya murni profesional dan untuk memperkuat organisasi. Bagi yang mendapat promosi, nanti juga akan kita evaluasi,” ujar Kang Marhaen sapaan akrabnya di hadapan para pejabat yang dilantik.
Ia meminta para pejabat yang mendapat amanah di tempat baru segera membangun komunikasi dengan pimpinan, rekan kerja maupun jajaran di bawahnya. Menurutnya, komunikasi menjadi bagian penting dalam menyatukan langkah ketika menghadapi persoalan maupun mengambil keputusan.

Kang Marhaen juga mengingatkan, loyalitas kepada organisasi harus dibangun bersama dengan etika dan kedisiplinan. Ia menilai keberadaan aparatur yang memiliki kemampuan saja belum cukup apabila tidak dibarengi sikap yang konsisten dalam menjalankan tanggung jawab.
“Yang kita butuhkan bukan hanya orang yang bisa bekerja, tetapi orang yang konsisten untuk baik. Etika, kedisiplinan dan loyalitas itu juga menjadi variabel yang membuat organisasi semakin solid,” katanya.
Kang Marhaen juga menekankan pentingnya menjaga integritas dalam proses penyelenggaraan pemerintahan. Ia kembali menyampaikan komitmen untuk membangun budaya nol rupiah dalam penempatan jabatan, sehingga amanah yang diterima benar-benar dijalankan tanpa kepentingan transaksional.
“Yang kita jaga adalah marwah Nganjuk. Budaya yang kita ciptakan adalah nol rupiah. Tunjukkan bahwa saudara bekerja dengan baik dan mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Kepada pejabat yang menempati posisi strategis, Kang Marhaen juga mengingatkan agar tidak menjadikan jabatan sebagai ruang untuk bekerja sendiri. Setiap perangkat daerah harus memiliki koordinasi yang kuat antara pimpinan dan seluruh unsur di dalamnya.
“Jangan sampai ada yang berjalan sendiri-sendiri. Perkuat super team. Kalau ada perbedaan pendapat, diskusikan. Itu dinamika organisasi, selama kita tetap berpegang pada peraturan perundang-undangan,” tuturnya.
Menurut Kang Marhaen, aturan harus menjadi pijakan utama dalam setiap keputusan pemerintahan. Dengan menjadikan peraturan perundang-undangan sebagai acuan, setiap pejabat memiliki dasar yang jelas dalam menjalankan kewenangannya dan meminimalkan persoalan di kemudian hari.
Ia berharap penataan jabatan kali ini dapat menghasilkan komposisi personel yang semakin sesuai dengan kebutuhan masing-masing perangkat daerah. Proses rotasi maupun penempatan pejabat, lanjutnya, juga menjadi bagian dari upaya menemukan formasi terbaik dalam organisasi.
“Tujuannya mencari formasi the dream team, tim impian yang semuanya bisa saling melengkapi. Saya yakin dan optimistis kalau kita bersama-sama membangun organisasi, Nganjuk akan semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera,” kata dia.
Dengan dilantiknya 103 pejabat, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap roda organisasi pemerintahan semakin solid. Amanah baru yang diterima para pejabat sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, menjaga integritas, dan menghadirkan pelayanan pemerintahan yang semakin baik bagi masyarakat. (tri, *)











