Jumat, 10 April, 2026
- Advertisment -
Google search engine

BMKG Prediksi April Memasuki Awal Musim Kemarau di Jawa Timur Termasuk Kabupaten Malang

MALANG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur secara resmi telah merilis Prakiraan Musim Kemarau Tahun 2026. Secara umum, wilayah Jawa Timur termasuk Kabupaten Malang dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena adanya potensi penguatan fenomena El Nino yang dapat menyebabkan kondisi cuaca jauh lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno, menekankan, informasi ini merupakan peringatan dini (early warning) agar para pemangku kepentingan dan masyarakat dapat melakukan aksi dini guna meminimalkan risiko bencana kekeringan.

Sebagian besar wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Malang, diprediksi akan mulai memasuki awal musim kemarau pada Mei 2026. Data menunjukkan bahwa 56,9% luas wilayah akan masuk kemarau di bulan itu, sementara sebagian kecil wilayah lainnya mungkin sudah memulai kemarau lebih awal pada bulan April atau menyusul pada Juni.

“Puncak musim kemarau di Kabupaten Malang diprediksi akan terjadi pada Agustus 2026. Wilayah Malang termasuk dalam 53 ZOM di Jawa Timur yang mengalami puncak kekeringan paling intens di bulan tersebut. Karakteristik kemarau Tahun 2026 yakni lebih kering, sifat hujan selama musim kemarau diprediksi masuk kategori bawah normal,” kata dia.

Hal itu dipicu oleh peluang penguatan El Nino sebesar 50-60% pada pertengahan hingga akhir tahun. Durasi Panjang, durasi kemarau diperkirakan cukup lama, dengan rentang waktu berkisar antara 16 hingga 24 dasarian (sekitar 5 hingga 8 bulan) di berbagai zona.

Awal musim kemarau 2026 di Kabupaten Malang akan terjadi pada April Minggu III, Mei dan Juni (terlampir pada peta). Puncak musim kemarau 2026 di Kabupaten Malang akan terjadi pada Agustus dan September 2026. Beberapa kecamatan yang diprakirakan memasuki awal musim kemarau pada April yakni Kecamatan Bantur, Donomulyo, Kalipare dan Pagak.

Pada Bulan Mei yakni Kecamatan Bululawang, Dampit, Dau, Gedangan, Gondanglegi, Jabung, Karangploso, Kasembon, Kepanjen, Kromengan, Lawang, Ngajum, Ngantang, Pagelaran, Pakis, Pakisaji, Poncokusumo, Pujon, Singosari, Sumbermanjing, Sumberpucung, Tajinan, Tirtoyudo, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak dan Wonosari. Sedangkan pada Juni yakni Kecamatan Ampelgading.

Berdasarkan hasil kajian risiko bencana terdapat beberapa potensi kejadian bencana ketika Musim Kemarau yakni Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan. Terdapat 22 kecamatan termasuk dalam daerah risiko kekeringan yaitu Kecamatan Donomulyo Kalipare, Pagak, Bantur, Sumbermanjing, Dampit, Tirtoyudo, Ampelgading, Poncokusumo, Wajak, Turen, Sumber Pucung, Kromengan, Ngajum, Wonosari, Lawang, Singosari, Karangploso, Dau, Pujon, Ngantang, dan Kasembon.

Kemudian terdapat 26 kecamatan termasuk dalam daerah risiko kebakaran hutan dan lahan yaitu Kecamatan Donomulyo, Kalipare, Pagak, Bantur, Gedangan, Sumbermanjing, Dampit, Tirtoyudo, Ampelgading, Poncokusumo, Wajak, Turen, Kromengan, Ngajum, Wonosari, Wagir, Pakisaji, Tumpang, Jabung, Lawang, Singosari, Karangploso, Dau, Pujon, Ngantang dan Kasembon.

Pada Tahun 2019 terdapat 18 desa yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Malang terdampak krisis air bersih/ kekeringan yakni di Kecamatan Jabung, Donomulyo, Singosari, Sumbermanjing Wetan, Kalipare, Lawang, Sumberpucung, Pagak, Bantur, Gedangan dan Pujon.

Pada Tahun 2023 terdampak 22 desa yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Malang terdampak krisis air bersih/ kekeringan yakni Kecamatan Jabung, Singosari, Sumbermanjing Wetan, Kalipare, Donomulyo, Sumberpucung, Kromengan, Pagak. Sedangkan Tahun 2024 terdapat 23 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Malang terdampak krisis air bersih/ kekeringan yakni Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Donomulyo, Gondanglegi, Bantur, Kalipare, Gedangan dan Pagak.

Berdasarkan data Pusdalops PB tidak tercatat kejadian krisis air bersih/ kekeringan Tahun 2025. “Beberapa faktor yang menjadi pemicu terjadinya krisis air bersih/ kekeringan di Wilayah Kabupaten Malang yakni berkurangnya volume air pada sumber air yang diduga dipicu oleh rendahnya curah hujan dan adanya beberapa kendala atau kerusakan pada infrastruktur yang berkaitan dengan saluran dan jaringan distribusi air bersih,” tuturnya.

BMKG merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk menghadapi potensi kemarau kering di Kabupaten Malang yakni pada sektor pertanian dan pangan agar segera menyesuaikan kalender tanam dan beralih ke varietas tanaman yang tahan kekeringan atau berumur pendek (seperti palawija) guna menghindari risiko gagal panen.

Mongoptimalkan pemanfaatan lahan dengan diversifikasi tanaman hortikultura. Lakukan “panen air hujan” di sisa periode musim hujan untuk mengisi waduk, embung, atau tandon air sebagai cadangan konsumsi dan irigasi. Menggunakan air secara bijak dan efisien untuk keperluan sehari-hari.

Kemudian pada sektor kebencanaan dan kesehatan agar mewaspadai potensi kesulitan air bersih dan mulailah merencanakan penanggulangan distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan. Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di area pegunungan dan lahan kering. Menjaga kondisi kesehatan tubuh menghadapi perubahan cuaca ekstrem selama masa peralihan dan suhu udara yang lebih panas saat puncak kemarau. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Doa Bersama, Awali Pembangunan Jembatan Garuda di Ambunten Tengah

SUMENEP - Komandan Kodim (Dandim) 0827/Letkol Sumenep Inf Citra...

Poktan Masa Baru Manfaatkan Eceng Gondok sebagai Pembenah Tanah Alami

Poktan Masa Baru Manfaatkan Eceng Gondok sebagai Pembenah Tanah...

Hindari Risiko Konflik, Haji Khusus Diminta Gunakan Penerbangan Direct Flight

JAKARTA - Pemerintah mulai mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah...
Advertisementspot_img

Terbaru

Gubernur Khofifah Resmikan Gerha Majapahit dan GOR BPBD Jatim, Upaya Perkuat Logistik Kebencanaan Berbasis Sistem Digital FIFO

SIDOARJO - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan...

Kali Kebo Sumberurip Bangkit, Ubah Kerentanan Bencana Jadi Kekuatan Wisata Berbasis Edukasi

LUMAJANG - Kawasan yang dahulu identik dengan ancaman erupsi...

Martina Ayu Pratiwi, Penerima Award PWI Jatim 2026 Terpilih sebagai Atlet Terbaik Nasional

SURABAYA - Martina Ayu Pratiwi, atlet nasional cabang olahraga...

Hindari Risiko Konflik, Haji Khusus Diminta Gunakan Penerbangan Direct Flight

JAKARTA - Pemerintah mulai mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah...

Terkait