Rabu, 15 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Gerakan Tanah Ancam Sempadan Sungai Bodor, BPBD Nganjuk Siagakan Penanganan Darurat

NGANJUK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk bergerak cepat melakukan assessment (penilaian) terkait fenomena gerakan tanah yang mengancam sempadan Sungai Bodor. Lokasi terdampak tepat berada di Dusun Kedungbajul, Desa Gemenggeng, Kecamatan Pace, Kamis (26/3/2026) siang lalu.

Peristiwa ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan di wilayah hulu, yakni Kecamatan Loceret dan Ngetos, sejak 21 Maret 2026. Hal tersebut menyebabkan debit air Sungai Bodor meningkat tajam dan menggerus dinding sungai, hingga memicu retakan tanah di dua titik krusial:

Titik 1: Kerusakan sepanjang ±12 meter dengan lebar ±2 meter dan tinggi ±6 meter.

Titik 2: Kerusakan lebih luas dengan panjang mencapai ±50 meter, lebar ±2 meter, dan tinggi ±6 meter.

Retakan ini dinilai membahayakan akses transportasi warga, mengingat letaknya yang sangat dekat dengan jalan desa. Jika debit air kembali naik, dikhawatirkan penggerusan akan meluas dan memutus akses jalan tersebut.

Tim BPBD Kabupaten Nganjuk bersama BPBD Provinsi Jawa Timur (Agisena), pemerintah desa, dan unsur DPRD telah turun ke lapangan untuk melakukan koordinasi. Fokus utama saat ini adalah mitigasi struktur guna mencegah longsor susulan.

Kebutuhan mendesak yang telah diidentifikasi meliputi pemasangan sesek (anyaman bambu) dan sandbag (kantong pasir) sebagai tanggul darurat untuk memperkuat dinding sempadan yang retak.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, menegaskan, pihaknya saat ini memrioritaskan keamanan warga dan fasilitas umum di sekitar bantaran sungai.

“Kondisi di Dusun Kedungbajul memang memerlukan penanganan segera karena retakannya cukup panjang, mencapai 50 meter di satu titik. Kami terus berkoordinasi dengan pihak desa dan provinsi untuk pengadaan material darurat seperti sandbag dan sesek guna menahan laju penggerusan tanah,” ujar Sutomo.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berpotensi memperparah kondisi tanah di sempadan sungai.

“Meski cuaca saat ini terpantau cerah berawan, kami minta warga tetap waspada dan melaporkan segera jika melihat retakan baru, terutama saat hujan deras melanda wilayah hulu. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” tuturnya.

Berdasarkan pantauan terbaru, kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah berawan. Meski demikian, BPBD memastikan akan terus memonitor situasi secara berkala dan memberikan informasi lanjutan kepada masyarakat. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

BPBD Lumajang Salurkan Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

LUMAJANG - Saat musim kemarau mulai mengurangi ketersediaan sumber...
Advertisementspot_img

Terbaru

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Terkait