Kamis, 28 Mei, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Bojonegoro Jadi Wilayah Sumber Bibit Sapi PO, Andalan Jawa Timur

BOJONEGORO – Kabupaten Bojonegoro terus mengukuhkan posisinya sebagai pusat pemurnian genetik ternak di Indonesia. Melalui penetapan Kecamatan Tambakrejo sebagai wilayah sumber bibit sapi Peranakan Ongole (PO), Bojonegoro berkomitmen memastikan keberlanjutan ternak lokal yang berkualitas tinggi, berstandar SNI, dan bersertifikat SKLB (Surat Keterangan Layak Bibit).

Penetapan ini bukan sekadar label, melainkan pengakuan negara melalui Keputusan Menteri Pertanian (Mentan) No. 356/Kpts/PK.040/6/2015. Sapi PO Bojonegoro dikenal memiliki daya tahan luar biasa terhadap iklim tropis dan efisiensi pakan yang sangat baik, menjadikannya primadona bagi para peternak.

Sapi PO asal Bojonegoro, khususnya dari wilayah Tambakrejo, memiliki lima keunggulan utama yang sulit ditandingi:

– Reproduksi Tinggi: Memiliki tingkat kesuburan yang stabil untuk pengembangbiakan.

– Adaptabilitas Tropis: Sangat tahan terhadap cuaca panas ekstrem.

– Ketahanan Penyakit: Memiliki imun alami yang kuat terhadap parasit dan penyakit khas ternak.

– Kualitas Karkas: Persentase daging yang tinggi dan kualitas serat daging yang baik.-

– Efisien Pakan: Adaptif terhadap berbagai jenis pakan lokal tanpa menurunkan produktivitas.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, Elfia Nuraini, menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah menjaga kemurnian genetik sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi peternak lokal.

“Kami tidak hanya bicara soal kuantitas, tapi kualitas genetik yang teruji. Dengan status Tambakrejo sebagai wilayah sumber bibit, kita memastikan bahwa setiap sapi PO yang keluar dari sini telah melalui seleksi ketat berstandar SNI dan memiliki SKLB,” katanya.

Guna terus meningkatkan kualitas sapi PO, pihaknya telah melakukan beberapa langkah. Diantaranya program Sertifikat Layak Bibit Sapi PO (SKLB), pelayanan inseminasi buatan (IB) dan gangrep untuk meningkatkan produktivitas sapi. Juga pemberian vaksin dan obat hewan untuk menjaga kesehatan sapi, pengembangan Kelompok Tani Ternak dan asosiasi peternak sapi PO Bojonegoro (Kepo Bojo).

Lewat program-program itu, akan menjadi inovasi yang akan mempunyai tiga manfaat sekaligus. Yakni melestarikan sumber daya genetik sapi PO, menyediakan bibit sapi PO yang berkualitas dan berkesinambungan, serta mendukung ketahanan pangan dan swasrmbada daging.

Menurut Elfia, langkah ini sekaligus sebagai upaya mempertahankan plasma nuftah dan memastikan peternak mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi karena bibitnya diakui secara nasional. Ia menambahkan kolaborasi dengan kelompok tani ternak terus diperkuat untuk menjaga ekosistem peternakan yang berkelanjutan. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Di-cover BPJS, Layanan Kemoterapi RSUD Blambangan Banyuwangi Buka Awal Juni 2026

BANYUWANGI - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Banyuwangi...

Modus Liburan ke Malaysia, Imigrasi Gagalkan 13 WNI Haji Ilegal via Kualanamu

JAKARTA - Upaya keberangkatan haji melalui jalur nonresmi kembali...

Perkuat Kelembagaan, BPBD Jatim Gandeng FPRB dan Siap Siaga Konsolidasikan Forum PRB Kab/Kota se-Jatim

SURABAYA - Keberadaan relawan kebencanaan yang tergabung dalam Forum...
Advertisementspot_img

Terbaru

Sekdaprov Jatim Tegaskan Perda PB Jadi Payung Besar Kolaborasi dan Mitigasi Risiko Bencana di Jatim

SURABAYA - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026...

Bupati Bojonegoro Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momen Idul Adha 1447 H

Bojonegoro – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah...

Lamongan Menjadi Daerah dengan Ketersediaan Sapi Terbesar di Jatim

LAMONGAN - Kabupaten Lamongan disebut sebagai daerah dengan ketersediaan...

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah di Terminal Wisata Pasrepan

PASURUAN - Terminal Wisata Pasrepan Kabupaten Pasuruan dipilih menjadi...

Pelestarian Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Apresiasi Kabupaten Sumenep

SUMENEP - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan...

Terkait