Kamis, 28 Mei, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Antisipasi Krisis Kawasan, Arab Saudi Bikin “Ruang Operasi” Khusus untuk Jemaah Haji-Umrah

MAKKAH – Pemerintah Arab Saudi memerkuat layanan bagi jemaah luar negeri dengan membentuk ruang operasi khusus (special operations room) guna merespons berbagai tantangan selama musim umrah dan haji. Langkah ini diambil di tengah dinamika kawasan yang terus berubah dan meningkatnya jumlah jemaah internasional.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah, menyatakan fasilitas ini dirancang untuk memastikan kenyamanan dan keamanan jemaah selama menjalankan ibadah.

Melansir Saudigazette, ruang operasi tersebut dibentuk melalui kerja sama dengan General Authority of Civil Aviation dan sejumlah instansi terkait lainnya.

“Kementerian telah meluncurkan ruang operasi khusus untuk mengatasi tantangan dan menyediakan layanan kepada jemaah haji yang datang dari luar negeri,” kata Menhaj Tawfiq Al-Rabiah pada pembukaan Forum Umran dan Ziyarah di Madinah, Selasa (31/3/2026).

Langkah ini disebut menjadi bagian dari upaya antisipasi terhadap potensi gangguan, termasuk yang berkaitan dengan mobilitas penerbangan dan situasi regional.

Dalam forum Umrah dan Ziyarah di Madinah, Al-Rabiah menegaskan kesiapan kementeriannya untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di kawasan.

Lonjakan Jemaah Umrah Tembus 18 Juta

Dalam kesempatan yang sama, Al-Rabiah mengungkapkan lonjakan signifikan jumlah jemaah umrah dari luar Arab Saudi.

Ia menyebut sebanyak 18 juta jemaah telah datang tahun ini, meningkat lebih dari 214 persen dibandingkan periode 2022 dan 2025. Capaian ini disebut sebagai hasil dukungan kuat pemerintah Arab Saudi terhadap sektor umrah dan layanan ziarah.

Selain jumlah jemaah, indikator kepuasan juga menunjukkan tren positif. Pemerintah Arab Saudi mencatat tingkat kepuasan jemaah mencapai 94 persen pada 2025.

Kunjungan ke kawasan religi utama juga meningkat tajam, termasuk ke Al-Rawdah Al-Sharifah yang mencapai lebih dari 15,6 juta pengunjung. Peningkatan juga terjadi pada pengembangan situs-situs bersejarah yang menjadi bagian dari pengalaman ibadah dan ziarah jemaah.

Ajang Umrah dan Ziyarah Forum edisi ketiga menjadi salah satu wadah utama pengembangan layanan haji dan umrah. Forum ini diikuti lebih dari 150 peserta pameran, menghadirkan 50 lokakarya, serta menghasilkan lebih dari 5.000 kesepakatan kerja sama.

Kegiatan tersebut difokuskan untuk memperkuat kolaborasi global dan meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah umrah dan peziarah. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Kemenhaj Ingatkan Hindari Jalur Tak Resmi, 100 Ribu Lebih Jemaah Haji Indonesia Telah Tunaikan Dam

MAKKAH - Sebanyak 100.268 jemaah haji Indonesia tercatat telah menuntaskan...

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah di Terminal Wisata Pasrepan

PASURUAN - Terminal Wisata Pasrepan Kabupaten Pasuruan dipilih menjadi...

Gubernur Khofifah Lepas Kloter 116 sebagai Kloter Terakhir Embarkasi Surabaya

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara...
Advertisementspot_img

Terbaru

Sekdaprov Jatim Tegaskan Perda PB Jadi Payung Besar Kolaborasi dan Mitigasi Risiko Bencana di Jatim

SURABAYA - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026...

Bupati Bojonegoro Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momen Idul Adha 1447 H

Bojonegoro – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah...

Lamongan Menjadi Daerah dengan Ketersediaan Sapi Terbesar di Jatim

LAMONGAN - Kabupaten Lamongan disebut sebagai daerah dengan ketersediaan...

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah di Terminal Wisata Pasrepan

PASURUAN - Terminal Wisata Pasrepan Kabupaten Pasuruan dipilih menjadi...

Pelestarian Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Apresiasi Kabupaten Sumenep

SUMENEP - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan...

Terkait