BANYUWANGI – Kemacetan panjang di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk masih terjadi hingga H+10 Lebaran 2026, meskipun puncak arus balik telah berlalu. Antrean kendaraan yang mengular membuat para pengguna jasa kelelahan.
Pantauan di lapangan pada Rabu (1/4/2026), antrean kendaraan masih sangat panjang di jalur Situbondo–Banyuwangi menuju Pelabuhan Ketapang. Kepadatan didominasi kendaraan logistik seperti truk, pikap, bus, serta mobil pribadi yang hendak menyeberang menuju Gilimanuk, Bali. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kebutuhan tempat istirahat bagi para pengguna jalan.
Dalam situasi ini, kehadiran program “Masjid Ramah Pemudik” menjadi solusi alternatif bagi para pelintas untuk beristirahat dengan nyaman. Di wilayah Kecamatan Wongsorejo, sejumlah masjid telah disiapkan sebagai tempat singgah bagi pemudik. Fasilitas ini dimanfaatkan untuk melepas lelah sekaligus menunaikan ibadah di tengah perjalanan panjang.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Chaironi Hidayat menyampaikan, di sepanjang jalur nasional kawasan Wongsorejo, yang merupakan akses utama menuju pelabuhan, terdapat enam masjid ramah pemudik yang telah disiapkan. Masjid-masjid tersebut dilengkapi fasilitas dasar seperti tempat istirahat, air bersih, serta ruang ibadah yang memadai.
“Perjalanan panjang yang ditambah kemacetan tentu membutuhkan tempat istirahat yang nyaman. Masjid hadir bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang singgah yang menenangkan bagi para pemudik,” ujarnya.
Dampak kepadatan di jalur utama juga merembet ke jalur selatan melalui Jember menuju Banyuwangi yang mengalami peningkatan volume kendaraan, meskipun tingkat kemacetannya relatif lebih ringan.
Di sepanjang jalur tersebut, banyak masjid turut difungsikan sebagai tempat singgah, memerkuat peran rumah ibadah sebagai pusat pelayanan masyarakat selama arus mudik dan arus balik.
Pihak terkait mengimbau para pengguna jalan untuk tetap waspada, menjaga kondisi fisik, serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia guna memastikan perjalanan berlangsung aman dan nyaman. (*)
