Kamis, 28 Mei, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Manusuk Sima, Jejak Spiritual 10 Abad Yang Jadi Pondasi Nganjuk Melesat

NGANJUK – Kabupaten Nganjuk kembali menapaki jejak sejarah panjangnya melalui prosesi Manusuk Sima Bumi Swatantra Anjuk Ladang. Acara yang menjadi puncak peringatan Hari Jadi ke-1.089 Kabupaten Nganjuk ini digelar dengan khidmat di Kompleks Candi Lor, Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, pada Jumat (10/4/2026).

Prosesi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah visualisasi sakral mengenai penetapan wilayah Anjuk Ladang sebagai tanah Sima (perdikan) yang bebas pajak. Tradisi ini merujuk pada peristiwa sejarah 10 April 937 Masehi, saat Raja Mpu Sindok memberikan anugerah kepada rakyat Anjuk Ladang atas jasa mereka membantu Kerajaan Mataram Medang menghalau serangan tentara Sriwijaya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini didasarkan pada UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Manusuk Sima Anjuk Ladang merupakan upaya sakral penetapan wilayah sebagai tanah bebas pajak atau sapata sumpah bebas pajak. Sebagai tanda kemenangan atas musuh dari Sriwijaya, maka dibangunlah Tugu Jayastamba atau Prasasti Anjuk Ladang di lokasi Candi Lor ini,” kata Gunawan.

Tradisi ini merujuk pada peristiwa sejarah 10 April 937 Masehi, saat Raja Mpu Sindok memberikan anugerah kepada rakyat Anjuk Ladang

Lebih lanjut, Gunawan merinci alur ritual yang meliputi visualisasi drama kolosal peperangan, prosesi perarakan Raja Mpu Sindok, pembagian hadiah (pasek-pasek) berupa uang perak dan emas kepada saksi sejarah, hingga puncak ritual penanaman Sanghyang Watu Sima.

“Acara tahun ini juga dihadiri oleh komunitas MLKI, penggiat budaya, hingga tamu mancanegara dari Prancis yang ingin menyaksikan langsung kekayaan tradisi kita,” tambahnya.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, yang hadir bersama jajaran jajaran Forkopimda, menekankan pentingnya memahami kronologi sejarah melalui prosesi ini.

Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa status “Bumi Swatantra” adalah bentuk penghargaan tertinggi bagi masyarakat Nganjuk di masa lampau.

Acara tahun ini juga dihadiri komunitas MLKI, penggiat budaya, hingga tamu mancanegara dari Prancis

“Hari ini kita memeringati pemberian tanah perdikan dari Mpu Sindok. Tanah perdikan dipun bebasaken saking tiga welas jenis pajak (Tanah perdikan dibebaskan dari 13 jenis pajak). Inilah asal-usul sebutan Bumi Swatantra Anjuk Ladang,” ujar Kang Marhaen, sapaan akrabnya.

Kang Marhaen juga menyoroti aspek kesakralan dalam ritual Sapata atau sumpah kutukan yang dibacakan dalam prosesi. Menurutnya, sumpah tersebut merupakan pengingat bagi siapa saja agar tidak melanggar ketentuan yang telah ditetapkan demi kesejahteraan rakyat.

“Prosesi Manusuk Sima ini dilakukan di Candi Lor atau Candi Sri Jayamerta. Kita harus terus melestarikan dokumen sejarah yang ada di Prasasti Anjuk Ladang atau Jayastamba. Mari kita ambil semangat ‘kemenangan’ (Jaya) tersebut untuk membangun Nganjuk yang lebih maju,” tuturnya.

Prosesi ditutup dengan pemecahan telur dan pesta rakyat sebagai simbol kemakmuran. Dengan dilaksanakannya kembali tradisi ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap generasi muda dapat memahami bahwa identitas Nganjuk sebagai “Tanah Kemenangan” memiliki akar sejarah yang kuat dan patut dibanggakan secara turun-temurun. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Di-cover BPJS, Layanan Kemoterapi RSUD Blambangan Banyuwangi Buka Awal Juni 2026

BANYUWANGI - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Banyuwangi...

Pelestarian Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Apresiasi Kabupaten Sumenep

SUMENEP - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan...

Sekdaprov Jatim Tegaskan Perda PB Jadi Payung Besar Kolaborasi dan Mitigasi Risiko Bencana di Jatim

SURABAYA - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026...
Advertisementspot_img

Terbaru

Sekdaprov Jatim Tegaskan Perda PB Jadi Payung Besar Kolaborasi dan Mitigasi Risiko Bencana di Jatim

SURABAYA - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026...

Bupati Bojonegoro Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momen Idul Adha 1447 H

Bojonegoro – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah...

Lamongan Menjadi Daerah dengan Ketersediaan Sapi Terbesar di Jatim

LAMONGAN - Kabupaten Lamongan disebut sebagai daerah dengan ketersediaan...

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah di Terminal Wisata Pasrepan

PASURUAN - Terminal Wisata Pasrepan Kabupaten Pasuruan dipilih menjadi...

Pelestarian Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Apresiasi Kabupaten Sumenep

SUMENEP - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan...

Terkait