JEMBER – Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember kembali menghadirkan program unggulan Bus Si Cinta sepanjang Bulan April 2026.
Program wisata gratis ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan akses mudah bagi masyarakat dan wisatawan untuk menikmati destinasi unggulan sekaligus mendorong promosi desa wisata serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Program Bus Si Cinta dijadwalkan beroperasi setiap akhir pekan, yaitu hari Sabtu dan Minggu selama April 2026. Peserta dari masyarakat umum dan wisatawan yang telah mendaftar melalui mekanisme resmi Disporabudpar akan diajak mengunjungi berbagai desa wisata yang telah dikurasi, dengan fasilitas transportasi gratis serta pendampingan pemandu wisata.
Rute perjalanan mencakup Desa Wisata Andongrejo (Omah Seni dan edukasi pengelolaan herbal), Desa Wisata Arjasa (Wisata Citra Mandiri, Situs Duplang, serta Kampung Bonsai), dan Desa Wisata Sidomulyo (Kampung Belgia dan PPG), serta pusat oleh-oleh seperti Mak Enak Jember, Radina Coklat, Batik Rezti, dan sentra produk lokal lainnya.
Tujuannya adalah meningkatkan kunjungan wisata, memerkenalkan potensi desa wisata, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui promosi UMKM.
Kegiatan perdana Bus Si Cinta dilaksanakan pada Sabtu, 4 April 2026, dengan tujuan pertama Desa Wisata Andongrejo, Kecamatan Tempurejo. Acara dipusatkan di Sanggar Seni Omah Kuno, yang berfungsi sebagai ruang ekspresi seni sekaligus pusat edukasi masyarakat. Peserta disambut dengan penampilan tari jatilan yang unik, dibawakan oleh siswa sekolah dasar setempat. Meski masih belia, para penari tampil penuh semangat dan memukau pengunjung.
Suasana semakin semarak dengan sajian kuliner tradisional khas Desa Andongrejo, antara lain getuk, pecel puli, dawet, minuman jahe instan, dan latok. Tidak hanya menikmati hidangan, peserta juga mendapatkan edukasi langsung mengenai pembuatan minuman herbal instan jahe, mulai dari bahan-bahan yang digunakan, proses pengolahan, hingga cara penyajian yang praktis dan bernilai ekonomis.
Puncak acara ditandai dengan penampilan kesenian jaranan oleh grup Seni Jaranan Sari Budoyo Pangestu yang menghadirkan atraksi khas seperti cakilan, celengan, caplokan, hingga buto, serta tari jathilan dan tari celeng yang diiringi gamelan tradisional.
Dukung Ekonomi Kreatif
Program ini tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Peserta diajak mengunjungi unit pengelolaan herbal yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Andongrejo.
Mereka mendapatkan pengalaman langsung mulai dari proses pengolahan bahan baku herbal, teknik pengeringan, hingga produksi minuman herbal instan siap konsumsi, termasuk praktik penyeduhan yang benar.
Produk minuman herbal instan Andongrejo diketahui telah menembus pasar di Jakarta, Banyuwangi, dan Bali, menunjukkan daya saing yang tinggi. Owner pengelolaan herbal, Sulasemi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bus Si Cinta.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dari Bus Si Cinta. Kegiatan ini sangat membantu dalam memperkenalkan produk herbal kami kepada masyarakat luas. Saat ini, produk kami sudah mulai dipasarkan ke beberapa kota seperti Jakarta, Banyuwangi, dan Bali. Harapan kami, dengan adanya dukungan seperti ini, UMKM di desa kami dapat terus berkembang dan semakin dikenal,” ujarnya.
Ketua Pokdarwis Desa Andongrejo, Teguh Adi Suprapto (atau Teguh Prapto), menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap program Bus Si Cinta dapat berlanjut secara berkesinambungan. “Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Kehadiran Bus Si Cinta membawa dampak positif bagi desa kami, baik dari sisi promosi maupun peningkatan kunjungan wisata. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus berkesinambungan sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta melestarikan budaya lokal,” katanya.
Para peserta menyatakan kepuasan tinggi terhadap program ini. Salah satu pengunjung, Dwi Hermin, mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya. “Saya tidak menyangka di desa terpencil terdapat kesenian yang luar biasa, sekaligus kampung herbal yang mampu memberikan edukasi bagi masyarakat kota,” ungkapnya.
Senada dengan itu, peserta lain bernama Reni dari Jember Kota menilai kegiatan ini penting untuk pelestarian budaya. “Budaya Indonesia harus dilestarikan, tidak boleh hilang. Bagus sekali, budaya kita beragam. Senang sekali bisa melihat langsung,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember, Bobby Arie Sandy, S.STP., M.M., menyampaikan bahwa program ini diharapkan memberikan dampak positif yang lebih luas. “Program Bus Si Cinta akan kembali kami hadirkan pada bulan April 2026 sebagai upaya memberikan layanan wisata gratis yang berkualitas bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga menjadi sarana promosi efektif bagi desa wisata dan pelaku UMKM agar semakin dikenal luas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar Kabupaten Jember, Agung Nugroho, menambahkan, kegiatan ini merupakan langkah positif dalam memperkenalkan potensi wisata budaya daerah. Dengan suksesnya kegiatan perdana, Disporabudpar berharap Bus Si Cinta dapat terus menjadi sarana efektif mendukung pariwisata daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Jember. (*)
