Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Ekonomi Lumajang Tumbuh di Atas Rata-Rata Nasional, Struktur Agraris Kuat

LUMAJANG – Ekonomi Kabupaten Lumajang pada 2025 tumbuh 5,35 persen, melampaui capaian nasional 5,11 persen dan Jawa Timur 5,33 persen. Kinerja ini menegaskan daya tahan ekonomi daerah sekaligus menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergerak positif di tengah tekanan global.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan, capaian tersebut menjadi indikator kuat pondasi ekonomi daerah yang terus membaik.

“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lumajang tahun 2025 berada di angka 5,35 persen, lebih tinggi dari nasional dan Jawa Timur. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan baik dan terus meningkat,” ujarnya dalam kegiatan Pencanangan Desa Cantik dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Rapat Nararya Kirana, Kamis (23/4/2026).

Struktur ekonomi Lumajang masih bertumpu pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi 31,98 persen. Dominasi ini menegaskan karakter agraris sekaligus menjadikan sektor primer sebagai penyangga utama stabilitas ekonomi daerah.

“Pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi Lumajang, dan ini harus terus kita perkuat sekaligus kita dorong nilai tambahnya,” kata Bunda Indah.

Di sisi lain, sektor industri pengolahan mulai menguat dengan kontribusi 23,66 persen. Perkembangan ini menunjukkan adanya pergerakan menuju hilirisasi yang memberi nilai tambah pada komoditas lokal, sekaligus membuka peluang peningkatan daya saing ekonomi daerah.

Namun demikian, dominasi sektor primer juga menjadi tantangan dalam mendorong transformasi ekonomi yang lebih seimbang. Penguatan sektor nonpertanian dinilai penting untuk memperluas basis ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan pada sektor berbasis sumber daya alam.

“Ke depan, kita perlu mendorong sektor-sektor lain agar struktur ekonomi semakin seimbang dan memiliki daya saing lebih tinggi,” tegasnya.

Dari sisi ketenagakerjaan, kondisi Lumajang juga menunjukkan perbaikan. Tingkat pengangguran terbuka tercatat 3,08 persen, lebih rendah dibandingkan Jawa Timur 3,88 persen dan nasional 4,85 persen. Hal ini mencerminkan meningkatnya penyerapan tenaga kerja seiring pertumbuhan aktivitas ekonomi.

Pemerintah Kabupaten Lumajang memandang capaian ini sebagai momentum untuk memperkuat pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berbasis data. Melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dan Sensus Ekonomi 2026, kebijakan pembangunan diarahkan semakin presisi.

“Dengan data yang akurat, kita pastikan setiap kebijakan benar-benar tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat,” kata dia. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Kinerja Komunikasi DEI dan ESG di Media Sosial Konsisten, Pemprov Jatim Raih Penghargaan IDEAS 2026

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi...

BPBD Lumajang Salurkan Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

LUMAJANG - Saat musim kemarau mulai mengurangi ketersediaan sumber...
Advertisementspot_img

Terbaru

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Terkait