Minggu, 17 Mei, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Puluhan Dirawat, Jemaah Haji RI Wafat di Arab Saudi Jadi 24 Orang

JAKARTA – Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi kembali bertambah. Hingga 11 Mei 2026, total 24 jemaah dilaporkan wafat, sementara puluhan lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat di tengah berlangsungnya rangkaian ibadah haji.

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan penambahan tersebut setelah satu jemaah asal embarkasi Medan dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (10/5/2026).

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, pada Ahad 10 Mei 2026 terdapat satu jemaah wafat di Arab Saudi atas nama Qasiyani Sigito Tarmidi dari KNO-8 asal Kota Medan, Sumatera Utara,” ujar Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui YouTube Kemenhaj, Senin (11/5/2026).

“Dengan demikian, jumlah jemaah wafat di Arab Saudi hingga saat ini mencapai 24 orang. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam, semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” sambungnya.

Selain menyampaikan kabar duka, pemerintah juga mengungkap kondisi terkini layanan kesehatan bagi jemaah Indonesia di Arab Saudi. Hingga saat ini, sebanyak 67 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Hingga saat ini, 67 jemaah masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi. Petugas Kesehatan Haji Indonesia terus melakukan pemantauan aktif dan pendampingan, baik di hotel, sektor, maupun fasilitas kesehatan rujukan,” jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat fase puncak ibadah haji atau Armuzna segera berlangsung, sebuah tahapan yang dikenal menguras energi fisik jamaah secara signifikan

Maria mengingatkan seluruh jemaah agar disiplin mengikuti pengaturan pergerakan yang telah ditetapkan petugas guna mencegah kelelahan berlebihan yang dapat memperburuk kondisi kesehatan.

“Kami meminta seluruh jemaah untuk mengikuti ketentuan pergerakan yang telah ditetapkan. Kedisiplinan jemaah adalah kunci agar seluruh layanan berjalan aman. Jangan memaksakan diri, gunakan waktu untuk menjaga stamina,” kata Maria.

Pemerintah juga mengingatkan jemaah haji gelombang kedua yang mendarat melalui Bandara Jeddah agar sudah mengenakan kain ihram sejak keberangkatan dari embarkasi di Indonesia.

Hal tersebut karena jemaah dijadwalkan mengambil miqat selama perjalanan udara sebelum tiba di Arab Saudi, lalu langsung melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk menjalankan umrah wajib.

“Setibanya di Bandara Jeddah, jemaah akan langsung bergerak menuju Makkah untuk umrah wajib. Tidak ada banyak waktu di bandara, jadi ikuti arahan petugas dan pastikan niat ihram sesuai ketentuan,” imbaunya. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Iwapi Lamongan Gelar Lomba Berkebaya

LAMONGAN - Dalam rangka memeringati Hari Kartini Tahun 2026,...

Bukti SDM Unggul, Gubernur Khofifah Lepas 1.790 Siswa Magang Kerja Luar Negeri dan Alumni Pekerja Migran

TULUNGAGUNG - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas...

Tunggu Persetujuan Pusat, Gubernur Khofifah Dukung Badan Pengelola BUMD

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan...
Advertisementspot_img

Terbaru

Bukti SDM Unggul, Gubernur Khofifah Lepas 1.790 Siswa Magang Kerja Luar Negeri dan Alumni Pekerja Migran

TULUNGAGUNG - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas...

Prioritaskan Kesehatan Lingkungan, Bakorwil Malang Dukung Relokasi TPS Kaliwaron

SURABAYA - Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang Pemerintah...

Ajak Pengunjung Berwisata dan Pelajari Bunga Abadi Khas Bromo di Taman Edelweis Wonokitri

PASURUAN - Bunga edelweis, banyak yang mengistilahkan bunga ini...

MUI Tolak Penyembelihan Hewan Dam Haji di Indonesia, Minta Kemenhaj Evaluasi Aturan

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengambil sikap tegas...

Lumajang Jadi Percontohan Nasional, Ketahanan Warga Hadapi Bencana Tak Hanya Bertumpu pada Infrastruktur

LUMAJANG - Lumajang ditetapkan sebagai daerah percontohan nasional implementasi...

Terkait