Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Manfaatkan Oli Bekas dan Jelantah, Siswa SMK di Banyuwangi Ciptakan Kompor

BANYUWANGI – Anak-anak muda di Banyuwangi terus menunjukkan kreativitasnya. Pelajar SMK Gajah Mada Banyuwangi berhasil menciptakan kompor berbahan bakar limbah cair, berupa oli atau minyak goreng bekas pakai (jelantah).

Kompor inovatif ini tidak hanya ekonomis, tapi juga ramah lingkungan. Hanya dengan memanfaatkan 1 liter oli atau minyak jelantah, kompor bisa menyala hingga 3-4 jam. Inovasi ini bisa membantu mengurangi limbah, serta memberikan solusi hemat energi bagi masyarakat.

Guru pembimbing jurusan Otomotif SMK Gajah Mada, Rusianto, mengatakan gagasan membuat inovasi ini berawal dari keresahan mereka melihat banyaknya limbah oli dari bengkel, maupun minyak jelantah dari industri rumahan yang dibuang begitu saja.

“Padahal ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Dengan demikian, limbah cair tersebut tidak sampai terbuang yang akhirnya bisa menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan,” kata Rusianto.

Ide kreatif itu juga muncul karena keprihatinan mereka melihat ketergantungan masyarakat yang begitu besar pada LPG.

“Maka ini bisa menjadi solusi alternatif bagi ibu rumah tangga maupun usaha kecil kuliner. Meski menggunakan bahan bakar jelantah maupun oli bekas, tidak mempengaruhi rasa pada masakan. Tidak ada bau sama sekali,” kata dia.

Kompor rakitan ini dibuat dari bahan-bahan sederhana, seperti pipa besi sebagai rangka, blower sebagai alat pendorong bahan bakar, keran air untuk mengalirkan bahan bakar, serta kaleng sebagai tempat pemanas.

Cara kerjanya juga mudah, sebelum digunakan untuk memasak, kompor harus dipanaskan secara manual selama 5 menit. Selanjutnya keran dibuka untuk mengalirkan bahan bakar, berikutnya blower dinyalakan untuk mengatur besar/kecilnya nyala api.

“Kami menerima pesanan untuk rumah tangga maupun UMKM. Harganya sangat terjangkau, bisa custom sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berkesempatan melihat inovasi mereka saat kegiatan Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, pada 7 Mei 2026. Dia sangat mengapresiasi kreativitas guru dan siswa SMK Gajah Mada tersebut.

“Ini ide kreatif supaya masyarakat gak hanya bergantung pada LPG. Ternyata ada alternatif bahan bakar yang sangat mudah didapatkan. Bahkan di rumah kita juga setiap hari memproduksi limbah,” ujarnya.

Ipuk meminta agar inovasi itu terus disempurnakan sehingga konsumen merasa puas dengan produk mereka.

“Biar bisa diproduksi masal dan dimanfaatkan banyak orang. Dan saya berharap kreativitas ini bisa menjadi motivasi bagi pelajar yang lain untuk menghasilkan karya-karya yang lebih inovatif,” kata Ipuk. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Terkait Suara Dentuman di Sejumlah Wilayah, Pemkab Gresik Berkoordinasi

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik bergerak cepat menindaklanjuti laporan...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...
Advertisementspot_img

Terbaru

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Terkait