Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Banjir di Tengah Kemarau, Lumajang Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Anomali Cuaca

LUMAJANG – Banjir luapan yang terjadi pada Jumat (15/5/2026) dini hari di wilayah Kecamatan Sukodono di tengah musim kemarau menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat, bahwa ancaman bencana tidak selalu mengikuti siklus musim.

Hujan deras di kawasan hulu Gunung Semeru sejak Kamis malam menyebabkan debit sungai meningkat drastis dan meluap ke sejumlah permukiman. Kondisi ini menunjukkan bahwa cuaca ekstrem dapat terjadi sewaktu-waktu, meski wilayah telah memasuki musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho menegaskan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi.

“Curah hujan di wilayah hulu cukup tinggi dan berlangsung lama sehingga menyebabkan debit air meningkat drastis. Kondisi ini menjadi anomali cuaca yang perlu diwaspadai bersama,” kata Isnugroho, Jumat (25/5/2026).

Menurutnya, wilayah yang berada di sepanjang aliran sungai berhulu Semeru memiliki potensi terdampak luapan apabila hujan ekstrem terjadi di kawasan pegunungan. Karena itu, kesiapsiagaan warga harus terus dibangun, termasuk memahami jalur evakuasi dan memperhatikan informasi resmi kebencanaan.

Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong penguatan literasi kebencanaan melalui sinergi BPBD, perangkat desa, Komunitas Informasi Masyarakat (KIM), media center, dan jaringan humas pemerintah daerah. Kolaborasi ini penting agar informasi yang diterima masyarakat cepat, akurat, serta mampu mencegah munculnya hoaks saat situasi darurat.

Edukasi kebencanaan dinilai semakin penting di tengah perubahan iklim global yang memengaruhi pola hujan. Masyarakat diharapkan tidak hanya waspada saat musim penghujan, tetapi juga tetap siaga sepanjang tahun, terutama bagi wilayah yang berada di sekitar daerah aliran sungai.

Melalui peristiwa ini, Lumajang menegaskan bahwa mitigasi bencana bukan sekadar respons saat kejadian, tetapi juga upaya membangun budaya sadar risiko melalui edukasi, ketepatan informasi, dan gotong royong masyarakat. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Sinergi Tim Gabungan Cegah Api Meluas, Kebakaran Hutan di Pasirian Berhasil Dikendalikan

LUMAJANG - Gerak cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran...

Kabupaten Pasuruan Nominator Lomba Wana Lestari 2026 Kategori Hutan Kemasyarakatan

PASURUAN - Kabupaten Pasuruan berhasil masuk sebagai salah satu...
Advertisementspot_img

Terbaru

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Terkait