Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Mengenali Ikan Segar Jadi Langkah Awal Melindungi Kesehatan Keluarga

LUMAJANG – Keamanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan pelaku usaha, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat sebagai konsumen.

Kemampuan mengenali bahan pangan yang aman menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan yang berkualitas.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang, Yuli Harisnawati, mengajak masyarakat untuk lebih cermat saat membeli ikan dengan mengenali ciri-ciri ikan segar dan mewaspadai produk yang diduga mengandung bahan berbahaya seperti formalin.

Menurutnya, ikan merupakan salah satu sumber protein yang penting bagi pertumbuhan dan kesehatan. Namun manfaat tersebut hanya dapat diperoleh apabila produk yang dikonsumsi memenuhi standar keamanan pangan.

“Menjadi konsumen yang cerdas dimulai dari kemampuan memilih pangan yang aman. Karena itu masyarakat perlu mengetahui ciri-ciri ikan segar agar dapat melindungi kesehatan keluarga sejak dari proses membeli,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Yuli menjelaskan, ikan segar umumnya memiliki tekstur lentur dan elastis saat ditekan, mata yang jernih dan menonjol, warna tubuh yang cerah, serta insang berwarna merah segar. Selain itu, ikan segar memiliki aroma khas yang alami dan isi perut yang masih utuh.

Sebaliknya, masyarakat perlu lebih waspada apabila menemukan ikan yang bertekstur keras dan kaku, memiliki warna tubuh pucat dan kusam, mata tampak tenggelam atau keruh, serta insang yang berwarna pucat keputihan. Ciri-ciri tersebut dapat menjadi indikator bahwa kualitas ikan telah menurun atau memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi dari Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan, ikan yang mengandung formalin umumnya menunjukkan karakteristik fisik berbeda dibandingkan ikan segar, antara lain tekstur lebih keras, warna kurang alami, dan kondisi mata serta insang yang tidak segar.

Menurut Yuli, edukasi mengenai keamanan pangan menjadi semakin penting di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk perikanan sebagai sumber gizi keluarga.

Ia menegaskan, konsumen memiliki peran strategis dalam mendorong peredaran pangan yang aman melalui kebiasaan memilih produk yang berkualitas dan berasal dari sumber yang terpercaya.

“Ketika masyarakat semakin memahami cara memilih ikan yang baik, maka kesadaran terhadap keamanan pangan juga akan meningkat. Ini penting untuk menjaga kesehatan sekaligus mendukung peredaran produk perikanan yang berkualitas,” katanya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa keamanan pangan bukan hanya berkaitan dengan kesehatan individu, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia. Konsumsi pangan yang aman dan bergizi menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, produktivitas masyarakat, serta peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan.

Melalui edukasi tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang berharap masyarakat semakin bijak dalam memilih produk perikanan, sehingga budaya konsumsi pangan yang sehat, aman, dan berkualitas dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. (tri)

Advertisementspot_img

Populer

BPBD Lumajang Salurkan Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

LUMAJANG - Saat musim kemarau mulai mengurangi ketersediaan sumber...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...
Advertisementspot_img

Terbaru

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Terkait