Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Kunjungi Klaten dan UGM, Tim BPBD Jatim Pelajari EWS Gempa Bumi Berbasis Deteksi Gas Radon

JOGJAKARTA – Penemuan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta Prof. Sunarno terkait teknologi deteksi dini gempa bumi berbasis deteksi gas radon yang telah diimplementasikan di Kabupaten Klaten Jawa Tengah memantik rasa penasaran Tim BPBD Jatim.

Karenanya, selama dua hari, Selasa-Rabu (9-10/6/2026), Tim BPBD Jatim yang dipimpin Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto melakukan kunjungan ke dua tempat tersebut.

Kunjungan yang juga diikuti Ketua Tim Pencegahan Bidang PK BPBD Jatim Dadang Iqwandy ini dimulai di BPBD Kabupaten Klaten.

Tim BPBD Jatim mendapat penjelasan tentang berbagai capaian yang dilakukan BPBD setempat

Di tempat ini, Tim BPBD Jatim mendapat penjelasan tentang berbagai capaian yang telah dilakukan BPBD setempat. Di antaranya, capaian status Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) yang telah menyeluruh ke semua kecamatan.

“Capaian ini berkat dukungan dan komitmen pemerintah daerah, khususnya Sekretariat Daerah, dalam memperkuat peran dan tugas kecamatan pada penyelenggaraan penanggulangan bencana, serta dukungan penganggaran kebencanaan di tingkat kecamatan,” kata Kalaksa BPBD Jatim.

Selain itu, di Kabupaten Klaten, juga telah dilakukan mitigasi ancaman kekeringan melalui sistem pemanen air hujan dan mitigasi bencana gempa bumi melalui pemasangan alat Early Warning System (EWS) berbasis deteksi gas radon.

Kabupaten Klaten juga telah dilakukan mitigasi ancaman kekeringan melalui sistem pemanen air hujan

“Mitigasi gempa bumi dengan mendeteksi gas radon inilah yang dikembangkan Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Fakultas Teknik UGM,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk mengetahui detail sistem kerja EWS Gempa Bumi berbasis gas radon ini, Tim BPBD Jatim lalu bergeser ke UGM Jogjakarta, guna ‘ngangsu kaweruh’ kepada Guru Besar UGM Prof Ir Sunarno, M.Eng, Ph.D., IPU.

Dari penjelasan yang disampaikan, gempa bumi yang selama ini tidak bisa dideteksi awal potensinya, kini bisa diketahui melalui alat deteksi gas radon yang muncul di suatu daerah.

Berdasar penelitian yang dilakukan, setiap akan terjadi gempa bumi, selalu diawali dengan munculnya gas radon dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut.

Gas yang tidak berbau dan berwarna inilah yang bisa dideteksi melalui alat yang dirancang Tim UGM dan dipasang di beberapa titik.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto (kiri)  memanfaatkan inovasi baru untuk diterapkan di semua daerah, utamanya di wilayah selatan Jatim 

“Dengan teknologi ini, potensi terjadinya gempa bisa diketahui beberapa hari sebelum terjadinya gempa. Ini yang penting sekali untuk bisa diaplikasikan di Jatim,” ujar Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto.

Lantaran itulah, dalam beberapa waktu ke depan, Kalaksa Gatot Soebroto akan mengajak Kalaksa BPBD kabupaten/kota untuk melakukan kunjungan balik ke Klaten dan UGM.

Upaya ini dilakukan agar semua daerah di Jatim bisa memanfaatkan inovasi baru ini untuk diterapkan di semua daerah, utamanya di wilayah selatan Jatim yang berpotensi gempa megathrust.

“Saya yakin teknologi ini sangat bermanfaat sekali sebagai upaya pengurangan risiko bencana di wilayah yang berpotensi terjadinya gempa megathrust di Jatim,” tuturnya. (ris, *)

Advertisementspot_img

Populer

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Akibat Kekeringan dan Gagal Panen, Bupati Yani Serahkan Bansos ke 1.177 Petani

GRESIK - Merespons dampak kekeringan yang mengakibatkan gagal panen...

Hadapi El Nino Godzila, BPBD Kota Kediri dan BMKG Dhoho Perkuat Mitigasi Dampak Kekeringan

KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana...
Advertisementspot_img

Terbaru

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Terkait