Minggu, 21 Juni, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Hari Ketiga Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026, Ratusan Anak Ikuti Lomba Mewarnai

BOJONEGORO – Wajah-wajah penuh semangat tampak dari para pelajar peserta lomba mewarnai dalam rangkaian Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026, Jumat (19/6/2026).

Di tangan mereka, pensil warna dan alat gambar bukan sekadar perlengkapan lomba, melainkan media untuk menumpahkan semangat, kreativitas, sekaligus kecintaan terhadap batik khas daerah.

Di antara peserta lomba mewarnai tingkat SD/MI, tampak Arzena Alesha Genuni, siswi kelas 4 SDN Kadipaten 2 Bojonegoro. Dengan penuh ketelitian, ia menggenggam pensil warna satu per satu. Sesekali matanya memperhatikan contoh gambar, lalu kembali mengarsir dengan hati-hati agar warna yang dihasilkan terlihat serasi.

Wajah Arzena terlihat berbinar ketika warna-warna mulai memenuhi gambar di hadapannya. Baginya, mengikuti lomba bukan semata mengejar juara, tetapi menjadi kesempatan untuk belajar mengenal kekayaan motif batik sekaligus menyalurkan kegemaran mewarnai.

Mereka menuangkan berbagai ide kreatif dalam lembar kertas putih, memadukan unsur tradisi dengan sentuhan imajinasi generasi muda

“Saya senang sekali bisa ikut lomba mewarnai di Wastra Batik Festival. Walaupun agak deg-degan karena pesertanya banyak, saya tetap semangat dan berusaha memberikan hasil terbaik,” katanya.

Dengan mengikuti lomba ini, ia juga belajar mengenal motif batik Bojonegoro. Apalagi, kegiatan ini dirasanya menjadi ajang bertemu dengan teman-teman peserta lain yang juga beda sekolahan. “Semoga tahun depan ada lomba seperti ini lagi, karena seru dan membuat saya semakin suka menggambar dan mewarnai,” tutur Arzena Alesha Genuni, siswi kelas 4 SDN Kadipaten 2 Bojonegoro.

Tak hanya peserta SD, semangat serupa juga terpancar dari para pelajar SMP/MTs yang mengikuti lomba menggambar bertema batik. Mereka menuangkan berbagai ide kreatif dalam lembar kertas putih, memadukan unsur tradisi dengan sentuhan imajinasi generasi muda. Ada yang menggambar motif daun jati, motif khayangan Api, motif thengul hingga kekayaan budaya Bojonegoro dengan gaya yang khas.

Di bawah teduh tenda dan semilir angin pagi, tangan-tangan kecil itu bergerak tanpa lelah. Setiap pensil warna yang digoreskan menjadi simbol antusiasme mereka dalam merawat warisan budaya. Bukan hanya menghasilkan gambar yang indah, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap batik sejak usia dini. (tri)

Advertisementspot_img

Populer

Pemkab Gresik Matangkan Pilkades 2026, E-Voting Disiapkan untuk Tingkatkan Transparansi

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik mematangkan persiapan Pemilihan Kepala...

Sinergi Pemkot dan MES, Khitanan Massal Meriahkan Hari Jadi Kota Mojokerto

MOJOKERTO - Khitanan massal yang digelar oleh Masyarakat Ekonomi...

Puncak Haflah ke-27, Yayasan Darut Ta’lim Surabaya Dorong Lulusan Raih Cita-Cita Tinggi

SURABAYA – Puncak Haflah Akhirussanah ke-27 Yayasan Darut Ta’lim...
Advertisementspot_img

Terbaru

Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI: Raih Juara Umum, Gubernur Khofifah Apresiasi Tim Kesenian Kyai Lodra

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan...

Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana, BPBD Kota Kediri Gandeng SLB Putra Asih Gelar Edukasi dan Simulasi Mitigasi

KEDIRI - Guna melatih kesiapsiagaan dan meminimalkan risiko, korban...

Sinergi Pemkot dan MES, Khitanan Massal Meriahkan Hari Jadi Kota Mojokerto

MOJOKERTO - Khitanan massal yang digelar oleh Masyarakat Ekonomi...

BPBD Kota Batu Petakan Wilayah Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

BATU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu...

Gandeng BNPB, BPBD Jatim Fasilitasi Asistensi Penyusunan KRB Kabupaten/Kota

SURABAYA - Selama dua hari ini, Kamis-Jumat (18-19/6/2026), BPBD...

Terkait