PROBOLINGGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Tegalsiwalan Kecamatan Tegalsiwalan, Minggu (28/6/2026) sore.
Sebanyak 10.000 liter air bersih didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dua dusun yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Pendistribusian bantuan dilakukan mulai pukul 17.45 WIB oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Probolinggo menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter yang melakukan dua kali pengiriman.
Bantuan air bersih disalurkan kepada warga Dusun Jurangdalam RT 24 RW 04 yang dihuni 45 kepala keluarga (KK) atau 156 jiwa serta Dusun Klobungan RT 27 RW 05 dengan jumlah 100 KK atau 301 jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan pendistribusian air bersih merupakan langkah cepat pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih di tengah berkurangnya ketersediaan sumber air.
“BPBD Kabupaten Probolinggo terus berupaya merespons kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau. Pendistribusian ini merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Kami akan terus melakukan pemantauan dan siap menyalurkan bantuan air bersih apabila masih terdapat wilayah yang membutuhkan,” katanya.
Menurut Oemar, BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami menghimbau masyarakat agar memanfaatkan air bersih yang telah disalurkan secara bijaksana. Sementara itu, pemerintah desa diharapkan segera melaporkan apabila terjadi peningkatan kebutuhan air bersih sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” kata dia.
Melalui pendistribusian bantuan air bersih itu, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat di Desa Tegalsiwalan dapat terpenuhi sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang mulai dirasakan warga selama musim kemarau. (tri)
