Kamis, 23 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas dan Progress Pembangunan SR Terintegrasi 1 Banyuwangi

BANYUWANGI – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku terkesan dengan progress pembangunan sekaligus kelengkapan fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Banyuwangi yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Khofifah, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sebagai ikhtiar memutus mata rantai kemiskinan sekaligus menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Saat ini, progress pembangunan SRT 1 Banyuwangi telah mencapai 88,7 persen dan ditargetkan rampung dalam 12 hari ke depan. Sekolah ini mengintegrasikan jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan, lengkap dengan asrama siswa, ruang kelas modern, laboratorium, gedung serbaguna, fasilitas olahraga, hingga sarana ibadah.

Usai meninjau sejumlah fasilitas, Gubernur Khofifah menilai kualitas sarana yang disediakan sangat representatif dan mampu mendukung proses pembelajaran secara optimal.

Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu

“Melihat ruang kelas, ini juga coba dilihat area untuk olahraga, saya rasa kita sulit untuk menemukan sekolah dengan kapasitas fasilitas olahraga seperti ini, dan pada hari ini sekolah rakyat bisa memberikan fasilitas itu, dan semua _free of charge,_ ini program yang sangat strategis yang dilakukan oleh pemerintah Prabowo Gibran,” kata Gubernur Khofifah usai melakukan peninjauan.

Gubernur Khofifah menegaskan, pendidikan adalah salah satu cara atau ikhtiar untuk dapat memutuskan mata rantai kemiskinan. SRT 1 Banyuwangi merupakan bentuk nyata upaya pemerintah untuk memberikan pendidikan terbaik bagi masyarakat ayang ada di desil 1 dan 2 untuk mendapatkan pendidikan yang layak dengan dilengkapi fasilitas penunjang yang sangat baik.

“Cara kita memutus mata rantai kemiskinan di berikan fasilitas pendidikan yang baik bagi putra-putri mereka,” imbuhnya.

“Jawa Timur ini terbanyak memiliki sekolah rakyat baik yang di dalam proses rintisan maupun yang di dalam proses pelaksanaan secara permanen, ini yang sudah permanen lahan disiapkan oleh kabupaten dan kota dan pembiayaan seluruhnya di dalam pembiayaan APBN,” kata dia.

Tahun pelajaran 2026/2027 SR Terintegrasi Muncar ini menerima total 237 siswa diantaranya 90 siswa SMA, 90 siswa SMP dan 57 Siswa SD

Pada tahun pelajaran 2026/2027 SR Terintegrasi Muncar ini menerima total 237 siswa diantaranya 90 siswa SMA, 90 siswa SMP dan 57 Siswa SD. SR Terintegrasi 1 Banyuwangi ini merupakan gabungan dari SR Rintisan Banyuwangi yaitu dari SRT 2 Banyuwangi yang berada di Gedung Balai Pendidikan dan Latihan PNS di Kecamatan Licin dan SRT 46 Banyuwangi yang terletak di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Banyuwangi.

“Pemprov Jatim memberikan dukungan, pertama melalui koordinasi dan jejaring dari relawan-relawan sosial, jadi kalau kita melihat bagaimana proses rekrutmen maka relawannya dari berbagai elemen ya ada pendamping PKH kemudian ada juga TKSK kemudian ada tim relawan,” katanya.

Di peninjauan ini, Gubernur Khofifah juga terkesan dengan Desvita Maharani (15) salah satu murid SRT jenjang SMP yang dapat menyanyikan lagu berbahasa Osing dengan merdu.

“Dari kecil belajar nyanyi dengan siapa nak? Kalau peringatan Hari Kemerdekaan mau ya saya undang menyanyi di Grahadi?” tanyanya.

Setelahnya, Gubernur Khofifah yang didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani, dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim Imam Hidayat bergeser untuk meninjau pembangunan lapangan sepakbola yang ada di komplek SRT 1 Banyuwangi.

Progress pembangunan SRT 1 Banyuwangi mencapai 88,7 persen dan ditargetkan rampung dalam 12 hari ke depan

Gubernur Khofifah berpesan agar masyarakat tidak perlu khawatir putra-putrinya bersekolah di SR. Dirinya memastikan anak-anak tersebut akan mendapatkan pendidikan terbaik sekaligus pembentukan karakter yang baik pula.

“Sangat banyak wali murid khususnya yang jenjang Sekolah Dasar yang khawatir kalau anaknya jauh dari rumah, anaknya di asrama ini adalah proses membangun kemandirian anak-anak mereka, membangun karakter membangun kedisiplinan dan untuk menyiapkan generasi emas 2045,” ungkapnya.

Sementara itu salah satu wali murid SRT 1 Banyuwangi jenjang SD Yeni Anindia Lestari (31) menyampaikan rasa bangganya lantaran puteranya bisa menjadi salah satu murid di SRT 1 Banyuwangi.

Baginya yang seorang pekerja SPPG di Banyuwangi dan suaminya yang seorang satpam sepertinya tidak mungkin anaknya dapat bersekolah di sekolah yang megah, kokoh dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang terbilang bagus.

“Saya bangga anak saya bisa masuk ke sekolahan yang besar ini, yang megah ini, sebelumnya saya tidak menyangka anak saya bisa sekolah di SR,” kata Yeni sambil berkaca-kaca.

Ia berterima kasih atas kesediaan Gubernur Khofifah mengunjungi SRT 1 Banyuwangi. Ia berharap ini akan menjadi motivasi tersendiri bagi putranya agar menimba ilmu sebaik-baiknya di SR dan berharap kelak dapat mengangkat derajat dan martabat keluarganya. (ris, *)

Advertisementspot_img

Populer

Mengenal Fenomena Mbediding di Kota Batu, BMKG: Siklus Tahunan

BATU - Warga Kota Batu belakangan ini merasakan suhu...

Membangun Generasi Tangguh Bencana, BPBD Jombang Edukasi dan Latih Siswa SMP 5 Darul Ulum

JOMBANG - Sebagai upaya membangun budaya sadar bencana sejak...

Forum Penyelamat UINSA Desak Menag Tunjuk Rektor Definitif

SURABAYA — Forum Penyelamat UIN Sunan Ampel Surabaya (FPU)...
Advertisementspot_img

Terbaru

Apen Rainbow Parsanga, Pertahankan Citarasa Jajanan Tradisional Khas Sumenep

SUMENEP - Apen merupakan salah satu jajanan tradisional khas...

Demi Jaga Produktivitas Padi dan Jagung, Poktan Pancer Tirto II Perkuat Pengendalian Hama Tikus

LUMAJANG - Produktivitas pertanian di Desa Tempeh Tengah, Kabupaten...

Encek-encek Peringati Hari Jadi Ke-94, Sekda Budiar Harapkan Desa Pujiharjo Jadi Desa Wisata

MALANG - Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr Ir Budiar, MSi...

Ditandai Pelepasan Ratusan Tukik, Gelar Peralatan Jatim 2026 di Pacitan Resmi Dibuka

PACITAN - Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Provinsi Jawa Timur...

Bukan Kanvas Biasa, Pelajar Madiun Lukis Ikon Kota Madiun di Media Anyaman

MADIUN - Kreativitas pelajar mewarnai Balai Kota Madiun melalui...

Terkait