Kamis, 23 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Gerakkan Ekonomi Masyarakat Pesisir Lewat Hilirisasi Berbasis Wisata, KNMP Banyuwangi Jadi Best Practice Delegasi Forum ASEAN

BANYUWANGI – Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng Banyuwangi menjadi best practice delegasi ASEAN ID Blue, sebuah forum dialog tentang ekonomi biru yang diikuti delegasi negara ASEAN, negara East Asia Summit (EAS) dan anggota Pacific Islands Forum (PIF) pada 16-19 Juli.

Para delegasi belajar bagaimana koperasi nelayan menggerakkan ekonomi masyarakat melalui hilirisasi sektor perikanan berbasis pariwisata.

Direktur Pemberdayaan Usaha Kementrian Kelautan dan Perikanan Ali Rahmat Iman Santoso mengatakan, KNMP Lateng menjadi kawasan kampung nelayan modern yang dikembangkan sebagai kawasan tematik hilirisasi berbasis wisata kuliner.

Melalui konsep ini, hasil tangkapan nelayan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk kuliner bernilai tambah.

“KNMP Banyuwangi berbeda dengan lainnya, mereka fokus pada turisme sehingga lebih mengedepankan wisata kuliner. Hasil tangkapan nelayan langsung dibawa ke sini (KNMP) dan bisa langsung diolah menjadi berbagai macam kuliner,” kata Direktur Pemberdayaan Usaha Kementrian Kelautan dan Perikanan Ali Rahmat Iman Santoso saat berada di KNMP Lateng, Sabtu (17/7/2026).

Konsep wisata di KNMP Lateng juga ditunjukkan dari konsep bangunan yang ikonik sehingga menjadi sebuah destinasi. Dimana KNMP dibangun mengadopsi arsitektur rumah adat Suku Osing, suku asli Banyuwangi. Perpaduan antara sentuhan modern dan kearifan lokal itu memberi identitas kuat, sekaligus menegaskan karakter budaya Banyuwangi di kawasan pesisir.

Sementara itu Staf Ahli Diplomasi Ekonomi, Kementerian Luar Negeri RI, Zelda Wulan Kartika mengaku sangat terkesan dengan KNMP Banyuwangi. Ia melihat secara nyata ekonomi biru yang dilaksanakan bermanfaat untuk masyarakat nelayan/pesisir.

“Kami tidak menyangka KNMP Banyuwangi sebagus dan semaju ini, memang masih baru namun melihat potensinya ke depan sangatlah besar,” ujarnya.

Dalam kunjungan lapangan tersebut para Delegasi ASEAN ID Blue melihat langsung sejumlah fasilitas di KNMP Banyuwangi. Saat ini KNMP Banyuwangi dilengkapi dengan gerai kuliner, dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, pabrik es, workshop nelayan, serta unit pengolahan hasil laut.

Mereka juga berbincang hingga mencicipi produk UMKM nelayan serta melihat langsung berbagai potensi produk ekspor perikanan Banyuwangi.

Salah satu delegasi, dari Kedutaan Besar Fiji bidang Economy & Political Leone Bainivanua mengatakan sangat kagum dengan pengembangan KNMP di Banyuwangi. Terlebih keberadaan KNMP tersebut memberikan manfaat besar bagi komunitas lokal setempat.

“Tempat ini sangat bagus, di Fiji belum ada yang seperti ini. Kami terinspirasi untuk mengembangkan yang sama di negara kami karena wilayahnya juga dikelilingi lautan,” ujar Leone.

Sementara itu delegasi dari Counsellor Malaysia mission to ASEAN Faezatun Azirah Binti Yahaya mengatakan terkesan melihat pemberdayaan komunitas nelayan yang ada di KNMP Banyuwangi. “Apa yang dilaksanakan disini akan menjadi referensi untuk dikembangkan di negara kami,” ujarnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra KNMP Lateng dibangun dan dikembangkan dengan konsep hilirisasi berbasis pariwisata berdasarkan potensi daerah sekaligus keinginan pemangku setempat. Dulunya di area ini warga berjualan dengan tenda-tenda dan belum tertata.

“Adanya KNMP membawa berkah khususnya bagi ibu-ibu istri nelayan dan warga lokal karena tempat ini semakin menarik jadi destinasi wisata kuliner. Kami juga terus memberikan pendampingan dan penyuluhan agar mereka bisa memberikan pelayanan yang memadai bagi pengunjung yang datang,” kata dia.

KNMP Lateng merupakan bagian dari program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Banyuwangi ditetapkan sebagai satu dari 100 lokasi awal pengembangan kampung nelayan terpadu di Indonesia. (tri)

Advertisementspot_img

Populer

Batik Kampung Pesilat Bersinar di Madiun Batik Fashion Show 2026

MADIUN - Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-458 Kabupaten...

FGD Mitigasi Bencana, Bupati Bojonegoro Tekankan Pemetaan Risiko dan Infrastruktur Berbasis Teknologi

BOJONEGORO - Langkah strategis mitigasi bencana hingga kesiapan SDM...

BPBD Nganjuk Tanamkan Budaya Sadar Bencana kepada 300 Peserta MPLS SMAN 1 Nganjuk

NGANJUK - Upaya membangun generasi yang tangguh terhadap bencana...
Advertisementspot_img

Terbaru

Apen Rainbow Parsanga, Pertahankan Citarasa Jajanan Tradisional Khas Sumenep

SUMENEP - Apen merupakan salah satu jajanan tradisional khas...

Demi Jaga Produktivitas Padi dan Jagung, Poktan Pancer Tirto II Perkuat Pengendalian Hama Tikus

LUMAJANG - Produktivitas pertanian di Desa Tempeh Tengah, Kabupaten...

Encek-encek Peringati Hari Jadi Ke-94, Sekda Budiar Harapkan Desa Pujiharjo Jadi Desa Wisata

MALANG - Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr Ir Budiar, MSi...

Ditandai Pelepasan Ratusan Tukik, Gelar Peralatan Jatim 2026 di Pacitan Resmi Dibuka

PACITAN - Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Provinsi Jawa Timur...

Bukan Kanvas Biasa, Pelajar Madiun Lukis Ikon Kota Madiun di Media Anyaman

MADIUN - Kreativitas pelajar mewarnai Balai Kota Madiun melalui...

Terkait