PROBOLINGGO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo membekali peserta didik baru SMA Zaha 1 Genggong Kecamatan Pajarakan dengan nilai-nilai kemanusiaan, kepalangmerahan dan kesiapsiagaan bencana melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan yang digelar di aula utama SMA Zaha 1 Genggong itu diikuti seluruh siswa baru kelas X bersama pengurus OSIS. Para peserta mendapatkan materi secara interaktif dari Fasilitator PMI Kabupaten Probolinggo Mohammad Abi Lutfi, mengenai kepedulian sosial, relawan kemanusiaan hingga langkah-langkah menghadapi bencana.
Sekretaris PMI Kabupaten Probolinggo Dewi Korina menyampaikan apresiasi kepada SMA Zaha 1 Genggong yang telah memberikan ruang bagi PMI untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan MPLS.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada SMA Zaha 1 Genggong yang telah mengundang dan melibatkan PMI dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Tentunya kami sangat menyambut baik kegiatan tersebut,” katanya.
Menurut Dewi, kolaborasi antara dunia pendidikan dan PMI menjadi langkah penting untuk membangun karakter generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap sesama serta memahami nilai-nilai kemanusiaan sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, PMI dapat turut memberikan motivasi dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan serta prinsip-prinsip dasar PMI kepada para siswa. Harapannya, putra-putri didik ini tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepedulian terhadap sesama dan siap menebarkan semangat kemanusiaan di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Dalam sesi edukasi, Fasilitator PMI Kabupaten Probolinggo Mohammad Abi Lutfi mengenalkan sejarah, tugas dan fungsi PMI, termasuk tujuh Prinsip Dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah meliputi kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan Palang Merah Remaja (PMR) Wira beserta berbagai aktivitasnya, seperti pertolongan pertama, pelayanan masyarakat, promosi kesehatan, pembinaan kepemimpinan dan pengamalan Tri Bakti PMR.
“Kepedulian bukan hanya sebuah pilihan, melainkan karakter yang harus dibangun sejak dini. Nilai kemanusiaan menjadi pondasi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati, kepedulian sosial dan semangat untuk menolong sesama,” ujarnya.
Kegiatan semakin interaktif saat peserta mengikuti materi kesiapsiagaan bencana berbasis Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). “Melalui simulasi, permainan edukatif, diskusi kelompok hingga praktik evakuasi sederhana, para siswa diajak memahami langkah penyelamatan diri ketika terjadi bencana,” kata dia.
Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten Probolinggo berharap semakin banyak pelajar yang mengenal dunia kepalangmerahan, memiliki semangat kerelawanan dan siap menjadi pelopor kemanusiaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Edukasi sejak dini tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang peduli, tangguh dan siap berkontribusi dalam aksi-aksi kemanusiaan. (tri)
