MADIUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melepas 11 peserta Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi 2026 di Pendopo Muda Graha, Madiun, Kamis (27/7/2026) malam. Para peserta merupakan alumni terbaik dari empat PTN mitra (UB, Unair, UGM, dan ITS) yang lolos seleksi nasional Kementerian Transmigrasi RI.
Mereka akan ditugaskan di enam kawasan transmigrasi wilayah Indonesia bagian timur, seperti Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan Program Transmigrasi Patriot bertujuan mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi melalui riset, kajian, dan pendampingan berbasis SDM unggul.
Berbeda dengan pola transmigrasi masa lalu yang membutuhkan waktu hingga puluhan tahun, program terobosan ini memanfaatkan keilmuan mutakhir dan idealisme generasi muda agar dampak kemajuan daerah penempatan bisa dirasakan lebih cepat.

Secara khusus, Bupati berpesan agar peserta tidak hanya mendampingi masyarakat, tetapi juga aktif menganalisis peluang kerja sama
“Saya berharap adik-adik sekalian dapat memetakan potensi di sana. Analisis produk unggulan Madiun apa yang bisa dipasarkan ke lokasi penugasan, dan sebaliknya, potensi apa dari daerah penempatan yang bisa dibawa atau dikerjasamakan dengan Kabupaten Madiun.
Di era digital ini, manfaatkan teknologi untuk terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto dalam laporannya menyampaikan, pemerintah daerah memfasilitasi kebutuhan peserta, dalam mengemban amanah selama empat bulan di daerah transmigrasi, mulai akomodasi, obat-obatan, matras, slimut, jas hujan, dan khusus di Papua mendapat tambahan obat untuk malaria, seragam, hingga produk khas Madiun untuk branding daerah. (tri)
