Jumat, 21 Agustus, 2026
- Advertisment -
Google search engine

BPBD Lumajang Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla TNBTS, Koordinasi Lintas Instansi Terus Diintensifkan

LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), koordinasi lintas instansi dan pemantauan lapangan terus diintensifkan untuk mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran serta menjaga keselamatan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Polsek Senduro, Koramil Senduro, Polres Lumajang, serta masyarakat di sekitar kawasan hutan guna memastikan setiap perkembangan kondisi di lapangan dapat ditangani dengan cepat.

“Kami melakukan monitoring dan menyiapkan langkah-langkah apabila api merambat ke wilayah Lumajang. Sampai 5 Agustus 2026, situasi masih terkendali,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Sebagai bagian dari langkah antisipasi, BPBD mengerahkan satu regu personel untuk melakukan pemantauan setelah terdeteksi adanya titik api di lereng Jantur yang bergerak ke arah Argosari atau kawasan B29. Personel diterjunkan untuk memantau perkembangan sekaligus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait.

“Kami mengirim satu regu untuk melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan jajaran terkait, termasuk masyarakat setempat, agar langkah penanganan dapat segera dilakukan apabila kondisi berkembang,” katanya.

BPBD juga menyambut dukungan pemerintah pusat dalam upaya penanganan kebakaran. Berdasarkan informasi yang diterima, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dua helikopter water bombing untuk membantu proses pemadaman di kawasan TNBTS.

Selain melakukan pemantauan, BPBD terus mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan, agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Menurut data sementara Balai Besar TNBTS, kebakaran berdampak pada kawasan konservasi yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo, Malang, dan Lumajang. Kondisi tersebut masih terus dipantau oleh seluruh instansi terkait untuk mencegah meluasnya dampak kebakaran.

Melalui kesiapsiagaan personel, penguatan koordinasi lintas sektor, serta dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap penanganan kebakaran dapat berjalan optimal sehingga keselamatan masyarakat dan kelestarian kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tetap terjaga. (tri)

Advertisementspot_img

Populer

81 Cahaya Harapan dari Kota Madiun untuk Saudara di NTT

MADIUN – Malam Kenegaraan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81...

Karhutla TNBTS Terkendali, Kewaspadaan di Ranupani Tetap Dijaga

LUMAJANG - Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di...

Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah Ke-93 di Nganjuk, Jaga Dapur Tetap Ngebul dan Semarakkan Kemerdekaan

NGANJUK - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat langkah...
Advertisementspot_img

Terbaru

Kolaborasi Bareng BRIN dan CIS Jepang, BPBD Fasilitasi Cek Kesehatan Para Relawan Bencana di Jatim

SURABAYA - Keberadaan relawan selama ini kerap menjadi garda...

Sate Kenul Lele Khas Nganjuk Antar DWP Nganjuk Masuk 5 Besar Jatim

SURABAYA - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Nganjuk kembali...

Evaluasi PKG, Wabup Gresik Dorong Hasil Pemeriksaan Jadi Basis Program Kesehatan

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong percepatan pelaksanaan Pemeriksaan...

Karhutla TNBTS Terkendali, Kewaspadaan di Ranupani Tetap Dijaga

LUMAJANG - Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di...

Aktivasi IKD Kota Madiun Capai 37,30 Persen, Layanan Adminduk Terus Diperluas

MADIUN – Identitas Kependudukan Digital (IKD) semakin banyak digunakan...

Terkait