Jumat, 21 Agustus, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah Ke-93 di Nganjuk, Jaga Dapur Tetap Ngebul dan Semarakkan Kemerdekaan

NGANJUK – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan mendekatkan akses kebutuhan pokok berharga terjangkau kepada masyarakat. Salah satunya melalui program Pasar Murah yang kembali digelar di Kelurahan Kramat, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kehadiran pasar murah dinilai bukan sekadar memberikan alternatif belanja bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat.

Khofifah menyampaikan, pelaksanaan pasar murah di Nganjuk merupakan titik ke-93 yang digelar Pemprov Jatim sepanjang 2026. Jumlah tersebut menunjukkan konsistensi pemerintah dalam melakukan intervensi terhadap kebutuhan pokok, terutama ketika terdapat potensi tekanan terhadap harga pangan.

Menurut Khofifah, keberadaan pasar murah di tengah masyarakat memiliki arti penting karena pemerintah dapat menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses pangan tanpa harus menanggung beban harga yang tinggi.

Kunjungan Khofifah ke Nganjuk juga diwarnai dengan pembagian ratusan bendera merah putih kepada pelajar dan masyarakat yang hadir

“Di Tahun 2026, ini adalah titik yang ke-93. Tentu harapannya kita bisa memudahkan, mendekatkan, penjangkauan, pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat, dan berikutnya tentu harapannya ini adalah penetrasi pengendalian inflasi,” ujar Khofifah.

Dalam pelaksanaan pasar murah tersebut, sejumlah komoditas kebutuhan rumah tangga ditawarkan dengan harga di bawah harga pasar. Kondisi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan efek stabilisasi terhadap harga pangan.

Khofifah menegaskan, masyarakat dapat membandingkan langsung harga sejumlah komoditas yang tersedia di pasar murah dengan harga di pasar tradisional.

“Bisa dicek harga di pasar kalau minyak kita 1 liter berapa dan di sini berapa. Gula di pasar berapa, di sini ini berapa. Harganya semua jauh di bawah harga pasar tradisional,” ujarnya.

Intervensi melalui pasar murah menjadi penting karena komoditas pangan merupakan salah satu kelompok barang yang cukup sensitif terhadap perubahan harga. Ketika harga kebutuhan pokok meningkat, dampaknya dapat langsung dirasakan masyarakat, terutama rumah tangga dengan kemampuan ekonomi terbatas.

Karena itu, kehadiran pemerintah melalui penyediaan pangan dengan harga lebih rendah diharapkan dapat menjadi bantalan bagi masyarakat sekaligus membantu menjaga daya beli tetap terjaga.

Sejumlah komoditas kebutuhan rumah tangga ditawarkan dengan harga di bawah harga pasar

Program pasar murah Pemprov Jatim tidak hanya dilaksanakan di Nganjuk. Khofifah memastikan kegiatan serupa akan terus dilanjutkan di berbagai wilayah Jawa Timur sepanjang 2026.

Penyebaran lokasi pasar murah menjadi bagian penting agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas. Dengan mendekatkan komoditas pangan kepada masyarakat, pemerintah sekaligus dapat melakukan intervensi harga secara langsung di tingkat konsumen.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya memperkuat pengendalian inflasi melalui ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, serta kelancaran distribusi bahan pangan.

Sebelumnya, Pemprov Jatim juga telah menjalankan pasar murah sebagai instrumen stabilisasi harga. Sejumlah kebutuhan seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, bawang hingga cabai ditawarkan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Selain menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kunjungan Khofifah ke Nganjuk juga diwarnai dengan pembagian ratusan bendera Merah Putih kepada pelajar dan masyarakat yang hadir.

Pembagian bendera tersebut menjadi bagian dari semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Khofifah mengajak masyarakat untuk mengibarkan bendera sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan di tengah momentum bulan kemerdekaan.

“Karena ini bulan kemerdekaan, bulan Agustus, maka di setiap titik itu kita membagikan bendera merah putih. Sambil kita minta dikibarkan. Sambil menyanyikan lagu Hari Merdeka,” kata Khofifah.

Menurutnya, antusiasme masyarakat dalam menerima dan mengibarkan bendera menunjukkan kuatnya semangat kebangsaan di berbagai lapisan masyarakat.

Dengan demikian, pasar murah di Nganjuk tidak hanya menjadi ruang intervensi harga dan pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kedekatan pemerintah dengan masyarakat.

Melalui pelaksanaan yang berkelanjutan dan menyasar berbagai wilayah, Pemprov Jatim berharap pasar murah mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus menjadi salah satu instrumen efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mengendalikan inflasi. (tri)

Advertisementspot_img

Populer

Siswi Kelas 9 MTsN Kota Madiun Raih Silver Medal di Kompetisi Riset Internasional

MADIUN - Ketertarikan untuk terus mengembangkan ide dan mencari...

Nyentrik! Pemdes Banjaranyar Rayakan HUT RI ke-81 dengan Gaya Tempo Dulu

NGANJUK - Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Aktivasi IKD Kota Madiun Capai 37,30 Persen, Layanan Adminduk Terus Diperluas

MADIUN – Identitas Kependudukan Digital (IKD) semakin banyak digunakan...
Advertisementspot_img

Terbaru

Kolaborasi Bareng BRIN dan CIS Jepang, BPBD Fasilitasi Cek Kesehatan Para Relawan Bencana di Jatim

SURABAYA - Keberadaan relawan selama ini kerap menjadi garda...

Sate Kenul Lele Khas Nganjuk Antar DWP Nganjuk Masuk 5 Besar Jatim

SURABAYA - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Nganjuk kembali...

Evaluasi PKG, Wabup Gresik Dorong Hasil Pemeriksaan Jadi Basis Program Kesehatan

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong percepatan pelaksanaan Pemeriksaan...

Karhutla TNBTS Terkendali, Kewaspadaan di Ranupani Tetap Dijaga

LUMAJANG - Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di...

Aktivasi IKD Kota Madiun Capai 37,30 Persen, Layanan Adminduk Terus Diperluas

MADIUN – Identitas Kependudukan Digital (IKD) semakin banyak digunakan...

Terkait