SURABAYA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Nganjuk kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam ajang Lomba Kurasi Menu Camilan Anak Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026, DWP Kabupaten Nganjuk berhasil meraih posisi 5 besar melalui inovasi kuliner lokal bertajuk Sate Kenul Lele Khas Nganjuk, (18/8/2026).
Pencapaian itu menjadi bukti semangat, kreativitas, inovasi, serta komitmen DWP Kabupaten Nganjuk dalam menghadirkan pilihan camilan anak yang sehat, bergizi, beragam, sekaligus berbasis pada potensi pangan lokal.
Ketua DWP Kabupaten Nganjuk, Ny. Iit Herlyana Nur Solekan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan masuk dalam lima besar tingkat Provinsi Jawa Timur tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak serta kerja sama seluruh pengurus dan anggota DWP Kabupaten Nganjuk.
“Alhamdulillah, DWP Kabupaten Nganjuk berhasil masuk lima besar tingkat Provinsi Jawa Timur dalam lomba kurasi menu camilan untuk anak dan balita. Terima kasih kepada Ibu Bupati Nganjuk, Ibu Wakil Bupati, serta seluruh pengurus DWP atas dukungan dan kerja samanya,” ujarnya.
Ia berharap, prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran DWP Kabupaten Nganjuk untuk terus berkarya dan berinovasi. Tidak hanya dalam bidang kuliner, tetapi juga melalui berbagai program yang memberikan kontribusi nyata bagi keluarga dan masyarakat.
“Inovasi menu camilan anak ini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak melalui pilihan pangan yang sehat, bergizi, aman, dan menarik, sekaligus menjadi upaya dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas,” imbuhnya.
Menu yang mengantarkan DWP Kabupaten Nganjuk masuk lima besar tersebut adalah Sate Kenul Lele Khas Nganjuk. Camilan ini mengangkat bahan pangan lokal berupa ikan lele budidaya sebagai sumber protein yang diolah menjadi sajian dengan tampilan menarik dan cita rasa yang disukai anak-anak.
Nama “kenul” sendiri menggambarkan teknik pembuatannya. Adonan ikan lele yang telah dicampur dengan bumbu dan kelapa parut dibentuk atau dikepalkan pada tusuk sate, kemudian digoreng hingga matang dan berwarna kuning keemasan.
Selain menjadi bentuk pelestarian dan pengembangan kearifan lokal Kabupaten Nganjuk, inovasi Sate Kenul Lele juga menjadi cara kreatif untuk mengenalkan konsumsi ikan kepada anak-anak. Dengan penyajian yang unik dan menarik, camilan ini diharapkan dapat meningkatkan minat anak terhadap pangan bergizi berbahan dasar ikan.
Sate Kenul Lele Khas Nganjuk dibuat menggunakan bahan utama filet lele, kelapa parut, telur, dan tepung maizena yang dipadukan dengan aneka bumbu rempah. Adonan kemudian dibentuk pada tusuk sate dengan teknik khas “kenul”, lalu digoreng hingga renyah dan siap disajikan.
Keberhasilan DWP Kabupaten Nganjuk menembus lima besar tingkat Provinsi Jawa Timur diharapkan menjadi pemacu semangat untuk terus menggali, mengembangkan, dan memperkenalkan kekayaan pangan lokal Nganjuk.
Melalui inovasi sederhana namun sarat nilai gizi dan kearifan lokal, potensi daerah dapat terus dikembangkan sekaligus memberikan manfaat bagi tumbuh kembang generasi masa depan.
Prestasi ini pun menjadi bukti bahwa pangan lokal Kabupaten Nganjuk memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan menjadi produk inovatif, sehat, bergizi, dan berdaya saing. (tri)
