Kamis, 28 Mei, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Dinkes Kabupaten Probolinggo Gelar Pelatihan untuk Bidan di Murnajati Malang

Dinkes Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan pelayanan ANC, persalinan, nifas dan SHK bagi bidan di UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Murnajati, Lawang, Malang (foto : Dinkes)

MALANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus berupaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan mengirimkan sejumlah bidan untuk mengikuti pelatihan Antenatal Care (ANC), persalinan, nifas dan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) di UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Murnajati, Lawang, Malang.

​Pelatihan yang berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 9 hingga 13 Maret 2026 ini difokuskan pada penguatan kualitas pemeriksaan kehamilan serta deteksi dini kelainan bawaan pada bayi baru lahir. Program ini merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan primer untuk memastikan setiap ibu hamil mendapatkan layanan standar dan setiap bayi lahir sehat tanpa keterlambatan penanganan.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo melalui ​Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Sri Wahyu Utami menyampaikan,, pelatihan ini sangat krusial bagi para bidan sebagai garda terdepan di Puskesmas maupun desa.

​”Kami ingin memastikan seluruh bidan memiliki kompetensi yang selaras dengan standar nasional terbaru, baik dalam pemantauan kehamilan (ANC) yang berkualitas maupun ketepatan pengambilan sampel Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK). Deteksi dini melalui SHK sangat penting untuk mencegah terjadinya disabilitas intelektual pada anak akibat kekurangan hormon tiroid sejak lahir,” ujarnya.

​Lebih lanjut Sri Wahyu berharap setelah kembali dari Murnajati, para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat di wilayah kerja masing-masing. “Muara dari pelatihan ini adalah menurunnya angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Probolinggo serta mewujudkan generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas,” imbuhnya.

​Selama pelatihan, para bidan dibekali dengan materi teori dan praktik intensif, mulai dari penggunaan teknologi kesehatan hingga prosedur teknis medis yang sesuai dengan protokol kesehatan terkini. Dengan peningkatan kapasitas ini, layanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Probolinggo diharapkan semakin responsif dan profesional. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Di-cover BPJS, Layanan Kemoterapi RSUD Blambangan Banyuwangi Buka Awal Juni 2026

BANYUWANGI - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Banyuwangi...

Lamongan Menjadi Daerah dengan Ketersediaan Sapi Terbesar di Jatim

LAMONGAN - Kabupaten Lamongan disebut sebagai daerah dengan ketersediaan...

Sekdaprov Jatim Tegaskan Perda PB Jadi Payung Besar Kolaborasi dan Mitigasi Risiko Bencana di Jatim

SURABAYA - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026...
Advertisementspot_img

Terbaru

Sekdaprov Jatim Tegaskan Perda PB Jadi Payung Besar Kolaborasi dan Mitigasi Risiko Bencana di Jatim

SURABAYA - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026...

Bupati Bojonegoro Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momen Idul Adha 1447 H

Bojonegoro – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah...

Lamongan Menjadi Daerah dengan Ketersediaan Sapi Terbesar di Jatim

LAMONGAN - Kabupaten Lamongan disebut sebagai daerah dengan ketersediaan...

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah di Terminal Wisata Pasrepan

PASURUAN - Terminal Wisata Pasrepan Kabupaten Pasuruan dipilih menjadi...

Pelestarian Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Apresiasi Kabupaten Sumenep

SUMENEP - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan...

Terkait