Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Pemkot Madiun Bekali ASN Kemampuan Manajemen Bencana dan Water Rescue

MADIUN – Menyadari bahwa bencana dapat terjadi sewaktu-waktu, Pemerintah Kota Madiun melalui BPBD Kota Madiun membekali aparatur sipil negara (ASN) dengan kemampuan manajemen bencana lintas sektor dan penyelamatan air (water rescue) melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur yang digelar di Embung Pilangbango, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan itu dibuka langsung oleh Plt Walikota Madiun, F. Bagus Panuntun. Bimbingan teknis ini diikuti personel BPBD dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai peserta. Sementara instruktur dari Basarnas Jawa Timur memberikan pembekalan materi sekaligus pendampingan praktik teknik dasar water rescue.

Plt Walikota Madiun menegaskan, kesiapsiagaan menjadi hal penting mengingat bencana dapat terjadi kapan saja tanpa dapat diprediksi. Karena itu, ASN, khususnya yang bertugas di wilayah rawan bencana, perlu memahami prosedur penyelamatan serta mekanisme koordinasi dengan tim rescue.

“Kita tidak pernah tahu kapan bencana datang. Karena itu teman-teman harus mengetahui teknik, pengetahuan, dan langkah-langkah penanganan apabila terjadi bencana,” ujarnya.

Menurutnya, pembekalan tersebut tidak hanya ditujukan bagi personel BPBD, tetapi juga seluruh ASN terkait. Dengan begitu, setiap peserta diharapkan memahami tanda-tanda potensi bencana, langkah-langkah mitigasi, hingga mekanisme koordinasi dalam penanganan keadaan darurat.

Bimbingan teknis diikuti personel BPBD dan perwakilan organisasi perangkat daerah sebagai peserta

Plt Walikota juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera berkoordinasi dengan lingkungan maupun instansi terkait apabila muncul potensi bencana.

“Yang paling penting adalah komunikasi. Jika ada potensi atau tanda-tanda bencana, segera berkoordinasi dengan lingkungan dan instansi terkait agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” tuturnya.

Pada hari pertama pelaksanaan bimtek, peserta mendapatkan pembekalan mengenai manajemen bencana lintas sektor, pengenalan peralatan water rescue, serta teknik dasar water rescue yang dipandu langsung oleh instruktur dari Basarnas Jawa Timur.

Kegiatan dilanjutkan Kamis (9/7/2026) dengan praktik lapangan yang meliputi teknik pertolongan korban di air, pengoperasian perahu karet, penggunaan rescue rope, hingga simulasi evakuasi korban.

Melalui bimtek ini, Pemerintah Kota Madiun berharap kapasitas aparatur dalam penanggulangan bencana terus meningkat sehingga mampu memberikan respons yang cepat, terkoordinasi, dan profesional guna meminimalkan risiko serta memberikan perlindungan kepada masyarakat. (tri)

Advertisementspot_img

Populer

BPBD Kota Madiun Bekali ASN Keterampilan Water Rescue

MADIUN - Berbagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat...

Langkah Mitigasi Pertanian Purwosari dan Sekitarnya, Pemkab Bojonegoro Normalisasi Kali Jambe

BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan...

Hadapi El Nino Godzila, BPBD Kota Kediri dan BMKG Dhoho Perkuat Mitigasi Dampak Kekeringan

KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana...
Advertisementspot_img

Terbaru

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Cetak Mahasiswa Tangguh Bencana, BPBD Jombang Gelar Sosialisasi dan Simulasi Sigana di Itebis PGRI Dewantara

JOMBANG - Dalam upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan di lingkungan...

Hadapi El Nino Godzila, BPBD Kota Kediri dan BMKG Dhoho Perkuat Mitigasi Dampak Kekeringan

KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana...

Sinergi Tim Gabungan Cegah Api Meluas, Kebakaran Hutan di Pasirian Berhasil Dikendalikan

LUMAJANG - Gerak cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran...

Terkait